Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026727 berita

Pakar Sebut Potensi El Nino "Pecah" pada Oktober-DesemberIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Teknologi

Pakar Sebut Potensi El Nino "Pecah" pada Oktober-Desember

CNN Teknologi 2 menit baca 466 kata
Pakar Sebut Potensi El Nino "Pecah" pada Oktober-Desember — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

Pakar dari Scripps Institution of Oceanography Mark Merrifield menyebut El Nino berpotensi memecahkan rekor kekuatan pada Oktober hingga Desember 2026. Menurutnya, peluang fenomena tersebut melampaui kekuatan El Nino sebelumnya sejak 1950-an mencapai 75 persen.

"Untuk musim Oktober hingga Desember 2026, terdapat peluang sebesar 75 persen bahwa fenomena ini akan menjadi peristiwa bersejarah yang kekuatannya melampaui rekor El Nino sebelumnya sejak tahun 1950-an," ujar Merrifield dalam webinar pada Selasa (29/9).

Dalam webinar bertajuk "El-Nino 2026-2027: From Global Climate Signal to Local Action: Preparing Indonesia and the United States for an Unprecedented Climate Challenge," Merrifield mengatakan anomali suhu permukaan laut di Pasifik Khatulistiwa menunjukkan sinyal kuat menuju fase Super El Nino.

Anomali suhu di Samudra Pasifik telah melampaui rekor, beberapa bulan sebelum fenomena El Nino diperkirakan mencapai puncaknya.

Anomali suhu di wilayah itu mencapai 3,05 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991-2020, melewati rekor 3,02 derajat Celsius pada akhir November 2015.

Sementara itu, ukuran lain yang banyak digunakan ahli meteorologi, yakni ONI di wilayah Niño 3.4, hanya terpaut 0,01 derajat Celsius di bawah rekor 2015.

Terpisah, ilmuwan iklim Zeke Hausfather menelaah 14 model yang rata-rata memproyeksikan anomali suhu mencapai sekitar 4 derajat Celsius pada November dan Desember.

Hausfather, yang analisisnya diterbitkan Carbon Brief, menyebut proyeksi penguatan tersebut mencengangkan.

Menurutnya, analisis terumbu karang, lingkaran pertumbuhan pohon, dan dokumen sejarah mengindikasikan belum ada El Nino yang mencapai tingkat tersebut dalam satu milenium terakhir.

Kondisi lokal dan dampak El Nino El Nino disebut bisa memberikan dampak yang berbeda tergantung pada kondisi lokal suatu wilayah.

Merrifield mencontohkan dampak tersebut di wilayah pesisir Pantai California yang menghadapi peningkatan gelombang, tingginya permukaan laut, pasang surut ekstrem, serta hujan lebat yang dapat meningkatkan risiko banjir pesisir.

Sementara itu, Peneliti Senior Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN Erma Yulihastin menjelaskan perbedaan dampak El Nino di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut Erma, dampak El Nino 2026-2027 di Benua Maritim Indonesia menunjukkan pola spasial yang semakin beragam. Perbedaan dampaknya tidak lagi dapat dijelaskan secara sederhana berdasarkan garis ekuator.

Kondisi lokal dan topografi turut memengaruhi cuaca yang dialami setiap wilayah. Sebagai contoh, Bogor masih kerap diguyur hujan karena pengaruh kondisi setempat dan topografi pegunungan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pakar-sebut-potensi-el-nino-pecah-pada-oktober-desember-7a489d0a/.

Baca juga

Semua berita Teknologi