Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

PGE bantu petani Kamojang panen 70 ton kubis lewat inovasi pupukVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Nasional

PGE bantu petani Kamojang panen 70 ton kubis lewat inovasi pupuk

Antara 1 menit baca 213 kata
PGE bantu petani Kamojang panen 70 ton kubis lewat inovasi pupuk — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memanfaatkan inovasi pupuk Geothermal Organic Fertilizer (GeO-Fert) untuk membantu petani di Kamojang, Kabupaten Bandung, menghasilkan sekitar 70 ton kubis varietas Granova dari lahan seluas 1,2 hektare.

Panen Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikondang di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, tersebut menghasilkan nilai penjualan sekitar Rp78 juta, sementara penggunaan GeO-Fert membantu menghemat biaya pembelian pupuk sekitar Rp20 juta.

"Panas bumi juga hadir untuk membantu masyarakat mengolah limbah organik menjadi produk yang bisa kembali dipakai untuk bertani," kata Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu.

Panen tersebut merupakan bagian dari kegiatan HAREPAN atau Panen Hasil Bumi dari Aplikasi Pupuk GeO-Fert yang dilaksanakan PGE Area Kamojang bersama masyarakat sepanjang September 2026.

ganik dari sebelumnya membutuhkan waktu hingga sekitar 14 hari menjadi sekitar 12 jam.

Dalam budidaya kubis tersebut, sekitar 30 ton GeO-Fert diaplikasikan pada lahan seluas 1,2 hektare.

Pupuk organik padat diberikan sebelum penanaman, sedangkan pupuk cair digunakan secara berkala setiap 15 hari selama masa budidaya.

Beberapa kubis yang dipanen mencapai bobot sekitar 6 kilogram (kg) per buah, dibandingkan rata-rata kubis lokal sekitar 3 kg.

Pewarta: Aria Ananda Editor: Zaenal Abidin Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pge-bantu-petani-kamojang-panen-70-ton-kubis-lewat-inovasi-pupuk-942d12d3/.

Baca juga

VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan

VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan CNN Indonesia TV | CNN Indonesia Senin, 05 Okt 2026 23:58 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan R-I menyampaikan hasil investigasi dan temuan Ombudsman R-I di Lapas Kelas Dua…

CNN Indonesia

Semua berita Nasional