Prabowo Lantik Bahlil Jadi Menko Hilirisasi dan Energi
Presiden Prabowo Subianto melantik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).
Bahlil dilantik untuk mengisi posisi menteri koordinator bidang hilirisasi dan transisi energi, nomenklatur baru dalam struktur pemerintahan. Sebelumnya, belum terdapat kementerian koordinator dengan nama tersebut dalam susunan kabinet pemerintah.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104p Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri negara kabinet merah putih periode tahun 2024-2029.
"Demi Tuhan Saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara, bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab kiranya Tuhan menolong saya," ujar Bahlil saat bersumpah dalam pelantikannya di Istana Kepresidenan.
Pengangkatan Bahlil sebagai menko hilirisasi dan energi menempatkan agenda hilirisasi dan energi dalam satu koordinasi kementerian koordinator. Sebelumnya, Bahlil menjabat sebagai menteri ESDM sejak 19 Agustus 2024.
Hilirisasi menjadi salah satu program strategis pemerintahan Presiden Prabowo. Pemerintah mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus mengembangkan industri turunan dari berbagai komoditas.
Sebelumnya, pemerintah telah menyetujui tahap pertama program hilirisasi yang mencakup 21 proyek dengan total investasi sekitar US$40 miliar. Proyek tersebut mencakup sektor minyak dan gas, pertambangan, pertanian, serta kelautan.
Bahlil sebelumnya mengatakan Indonesia membutuhkan investasi sekitar US$618 miliar atau sekitar Rp10.224 triliun untuk menjalankan program hilirisasi pada lebih dari 20 komoditas unggulan.
"Dari 20 komoditas lebih itu, kita membutuhkan investasi kurang lebih sekitar US$618 miliar," ujar Bahlil dalam acara Investor Daily Summit di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (9/10).
Menurut Bahlil, hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah ekspor, membuka lapangan kerja, dan menambah penerimaan negara.
Ia mencontohkan nilai ekspor nikel yang sebelum pelarangan ekspor bijih berada di kisaran US$3,3 miliar pada 2017-2018, kemudian meningkat menjadi sekitar US$35 miliar-US$40 miliar per tahun pada 2023-2024 setelah hilirisasi berjalan.
Dalam pemerintahan sebelumnya, Bahlil juga pernah menjabat kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 2019. Setelah pembentukan Kementerian Investasi pada 2021, ia menjadi menteri investasi.
Bahlil lahir pada 7 Agustus 1976. Ia juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar sejak 21 Agustus 2024.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/prabowo-lantik-bahlil-jadi-menko-hilirisasi-dan-energi-833ff7dd/.
Baca juga
Ini Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha Nasir
Mantan Menteri Luar Negeri yang kini menjabat Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono memberi pesan-pesan untuk penerusnya yang baru, Arrmanatha Nasir.
Profil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KP
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto melantik Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan di Istana Negara, Jakarta, Kamis. Irwan merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Cerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengaku baru dihubungi tadi pagi untuk menjadi calon Kapolri dan menjalankan fit and proper test di DPR.
64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di Unej
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 64 mobil dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia siap bersaing dalam kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang digelar di Universitas Jember, Jawa Timur, pada Kamis hingga Minggu (4/10).