Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Rusia Bantah Kematian Teknisi Lab Akibat Wabah Pes Lepas, Bilang Cuma RumorVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Internasional

Rusia Bantah Kematian Teknisi Lab Akibat Wabah Pes Lepas, Bilang Cuma Rumor

Detik 2 menit baca 335 kata
Rusia Bantah Kematian Teknisi Lab Akibat Wabah Pes Lepas, Bilang Cuma Rumor — gambar dari Detik
Gambar dari Detik. Ringkasan oleh Zona News.

Rusia membantah laporan menyebut seorang teknisi laboratorium di wilayah Siberia meninggal dunia akibat wabah atau pes yang belum dikenal . Pemeriksaan setelah kematian tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan penyakit tersebut.

Dilansir AFP, Senin (5/10/2026), laporan mengenai kematian Darya Shipilova (28), yang bekerja di sebuah institut antipes di wilayah Irkutsk, mencuat pada Jumat (2/10) lalu.

Kabar tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran setelah media People of Baikal, dengan mengutip sumber yang dekat dengan aparat keamanan regional, melaporkan Shipilova kemungkinan tertular pes pneumonik akibat tabung uji yang pecah.

Sejumlah media lainnya juga melaporkan kemungkinan adanya kaitan antara kematian Shipilova dengan kecelakaan di laboratorium tempatnya bekerja.

Namun, Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengatakan pemeriksaan yang dilakukan komisi ahli khusus menemukan penyebab kematian Shipilova adalah pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui.

"Rospotrebnadzor, setelah melakukan pemeriksaan, menetapkan bahwa tidak ditemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaan profesional perempuan muda tersebut dalam sampel biologisnya," kata Kobzev melalui Telegram.

Kobzev juga mengatakan tidak ada kasus baru staf institut antipes yang mencari pertolongan medis sejak kematian Shipilova. Dia memastikan kondisi epidemiologis di wilayah Irkutsk masih stabil.

"Situasi tetap berada di bawah kendali kami dan para ahli," ujarnya.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, juga meminta masyarakat tidak mempercayai rumor terkait kasus tersebut.

"Percayalah pada pernyataan resmi Rospotrebnadzor, bukan... rumor dan spekulasi," kata Peskov kepada wartawan.

AS Ikut Pantau Pes merupakan penyakit akibat infeksi bakteri yang dapat muncul dalam beberapa bentuk, termasuk pes pneumonik. Jenis pes tersebut merupakan bentuk yang paling mudah menular dan dapat berakibat fatal apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan Washington turut memantau perkembangan kasus tersebut. Rubio menyebut belum ada alasan untuk menimbulkan kekhawatiran besar, tetapi AS tetap mewaspadai kemungkinan penyakit tersebut menyebar.

"Jelas, perjalanan antara AS dan Rusia sangat terbatas, tetapi seperti hal lainnya, sesuatu seperti itu bisa menyebar dengan cepat," kata Rubio kepada wartawan sebelum bertolak ke Islandia.

"Jadi kami mengawasi dan memantaunya dengan cermat. Saya tidak berpikir ini perlu dikhawatirkan, tetapi ini perlu menjadi perhatian dan alasan untuk terus mengawasinya. Dan kami melakukannya," imbuhnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/rusia-bantah-kematian-teknisi-lab-akibat-wabah-pes-lepas-bilang-cuma-fbe4d53d/.

Baca juga

Semua berita Internasional