Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026727 berita

Spin-off Tahap 2, InfraNexia Bidik Pasar Konektivitas Pusat Data AIIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Teknologi

Spin-off Tahap 2, InfraNexia Bidik Pasar Konektivitas Pusat Data AI

CNN Teknologi 2 menit baca 444 kata
Spin-off Tahap 2, InfraNexia Bidik Pasar Konektivitas Pusat Data AI — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

InfraNexia membidik bisnis konektivitas antarpusat data dan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) seiring pemisahan bisnis dan aset atau spin-off tahap kedua dari Telkom.

Perusahaan plat merah ini berencana menjadikan pemetaan kebutuhan penyedia layanan komputasi skala besar atau hyperscaler sebagai dasar ekspansi jaringan.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyebut konektivitas antarpusat data akan menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis InfraNexia. Perusahaan tengah memetakan kebutuhan para hyperscaler untuk menentukan arah ekspansi tersebut.

"DC-to-DC connectivity akan menjadi salah satu fokus berikutnya. Saat ini kita akan fokus bagaimana menjawab kebutuhan dari para hyperscaler dengan membuat semacam AI heatmap dari para hyperscaler tersebut," kata pihak InfraNexia dalam sesi wawancara setelah paparan Telkom, 30 September 2026.

"Itu akan menjadi dasar ekspansi kami di area DC to DC connectivity," tambahnya.

Rencana tersebut, katanya, berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan pemanfaatan aset fiber. Menurut Seno, tingkat utilisasi aset tersebut masih sangat rendah, sementara investasi pembangunannya sudah dikeluarkan.

Untuk meningkatkan pemanfaatannya, InfraNexia berencana membuka akses layanan bagi berbagai operator atau menjadi carrier-neutral. Perusahaan berharap pendekatan ini dapat memperluas pasar dan meningkatkan penggunaan jaringan yang sudah dimiliki.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd Rauf mengatakan modernisasi menjadi salah satu pekerjaan yang harus segera dilakukan setelah pemindahan aset. Langkah tersebut diperlukan agar infrastruktur perusahaan dapat memenuhi kebutuhan industri, termasuk AI dan komputasi awan.

"Tantangannya adalah kami akan segera melakukan modernisasi memastikan seluruh alat produksi yang kami miliki relevan dengan pertumbuhan industri saat ini, termasuk untuk mendukung AI dan platform-platform digital yang sudah semakin besar, mulai dari cloud sampai ke peluang lainnya," ujar Lukman.

Lukman menjelaskan bisnis InfraNexia terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni layanan konektivitas jaringan secara wholesale serta layanan akses berbasis serat optik atau FTTx. Kedua kelompok tersebut melayani pelanggan internal maupun eksternal Telkom Group.

Menurutnya, InfraNexia sudah mengoperasikan aset yang dialihkan sejak tahap pertama. Pemindahan aset berikutnya diharapkan memperluas jangkauan bisnis sekaligus membuka peluang pengembangan produk.

Dari sisi pelanggan eksternal, Lukman menyebut kontribusi pendapatannya berada di atas 15 persen hingga semester I 2026. Ia juga mengatakan pendapatan eksternal tumbuh lebih dari 30 persen secara tahunan.

Pemisahan tahap kedua telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom. Dalam agenda tersebut, turut terjadi perubahan pada susunan direksi Telkom, salah satunya Direktur Utama Dian Siswarini digantikan oleh Direktur Network Nanang Hendarno.

Nanang Hendarno menyebut nilai aset atau segmen usaha wholesale yang dipisahkan dalam spin-off tahap kedua mencapai Rp49,9 triliun.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/spin-off-tahap-2-infranexia-bidik-pasar-konektivitas-pusat-data-ai-b8372aa7/.

Baca juga

Semua berita Teknologi