Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Studi: Makan manis sejak dini berisiko pengaruhi kecemasanVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

Studi: Makan manis sejak dini berisiko pengaruhi kecemasan

Antara 2 menit baca 334 kata
Studi: Makan manis sejak dini berisiko pengaruhi kecemasan — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Jakarta (ANTARA) - Sebuah penelitian dari University of Surrey mengungkapkan paparan makanan yang mengandung gula pada masa awal kehidupan dapat memengaruhi kesehatan mental seperti munculnya kecemasan di kemudian hari.

“Kami secara khusus tertarik untuk memahami apakah konsumsi gula pada masa awal kehidupan dapat berkontribusi terhadap munculnya masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan di kemudian hari,” kata penulis utama studi, Dr. Hana Navratilova, dikutip laporan New York Post, Minggu (27/9).

Penelitian itu menganalisis data medis lebih dari 45.000 peserta UK Biobank, para peneliti menemukan bahwa paparan gula selama 1.000 hari pertama kehidupan anak berkaitan dengan peningkatan risiko mengalami kecemasan saat dewasa.

Mereka juga menemukan bahwa asupan gula pada masa awal kehidupan berdampak signifikan terhadap perkembangan otak pada 11 dari 80 wilayah otak yang diteliti.

berada di dalam kandungan.

Risiko mengalami kecemasan paling rendah ditemukan pada mereka yang tidak mengalami paparan gula secara signifikan sejak dalam kandungan hingga dua tahun pertama kehidupan. Perempuan yang tidak mengalami pembatasan jumlah gula yang dikonsumsi pada usia dini juga diketahui lebih mungkin mengalami kecemasan saat dewasa.

Paparan gula juga disebut dapat memengaruhi pola makan dalam jangka panjang. Mereka yang paling lama tidak terpapar gula, yakni sejak dalam kandungan hingga usia 24 bulan, melaporkan memiliki preferensi yang lebih rendah terhadap makanan manis saat dewasa.

Salah satu faktor yang memengaruhi data penelitian tersebut adalah periode kelahiran para peserta. Mereka lahir antara 1951 dan 1956, ketika pembatasan konsumsi gula pascaperang di Inggris masih diberlakukan hingga kemudian dihentikan secara bertahap.

Menurut Geifman, periode tersebut menjadi unik karena “begitu banyak orang tidak memiliki kelebihan gula dalam pola makan mereka, kemudian konsumsi gula secara perlahan mulai meningkat dalam jangka waktu yang panjang.” hari.

Namun, banyak orang mengonsumsi gula dalam jumlah jauh lebih tinggi, yakni sekitar 68 hingga 81 gram per hari, antara lain melalui makanan ultra-proses seperti kukis, es krim, minuman berpemanis, dan makanan lainnya. Pemanis buatan dan minuman dengan pemanis buatan disebut memiliki pengaruh paling besar kemungkinan munculnya masalah kesehatan mental.

uk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/studi-makan-manis-sejak-dini-berisiko-pengaruhi-kecemasan-5d5f27f3/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle