Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Thailand Kini Gunakan AI untuk Meningkatkan Kualitas DurianVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Teknologi

Thailand Kini Gunakan AI untuk Meningkatkan Kualitas Durian

CNN Teknologi 1 menit baca 282 kata
Thailand Kini Gunakan AI untuk Meningkatkan Kualitas Durian — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan dalam industri durian di Thailand. AI digunakan untuk meningkatkan kualitas buah demi mendorong ekspor durian ke China.

Di Chanthaburi, provinsi penghasil durian terbesar di Thailand, petani Nuttawoot Chanrueng telah melengkapi kebunnya dengan kamera, sensor, dan sistem data. Kesemua alat tersebut sebagian besar berasal dari China.

Setiap pohon kini memiliki catatan digital tentang kondisi pertumbuhannya. Sementara teknologi Iot atau Internet of Things dan AI membantu mendeteksi masalah lebih awal dan meningkatkan kemampuan pelacakan.

Melansir VN Express, teknologi ini memungkinkan Chanrueng untuk mengubah metode tradisional dalam mengelola kebun melalui pengalaman dan pengamatan menjadi data numerik yang dapat dipantau dan dianalisis.

"Kami mengamvil kearifan orang tua kami, kami tidak meninggalkan mereka. Kami mengadaptasi metode mereka agar sesuai dengan kebutuhan kami," ujar Chanrueng.

"Kami mengamati bagaimana mereka mengelola berbagai hal dan mengubahnya menjadi data numerik yang jelas, yang semuanya dapat ditampilkan dalam grafik," tambah dia.

Chanrueng mengatakan, teknologi China menarik bagi petani durian Thailand lantaran biayanya yang terjangkau, mudah diakses, dan mudah digunakan. Teknologi China juga dinilai menyiapkan solusi siap pakai yang secara bertahap dapat diintegrasikan dengan AI.

China sendiri menjadi pasar durian Thailand yang paling besar. Thailand mengekspor durian senilai hampir US$3,79 miliar ke China pada paruh pertama 2026.

Seiring meningkatnya persaingan dan syarat yang semakin ketat, Thailand beralih ke AI dan teknologi lainnya untuk meningkatkan konsistensi rasa durian.

Dilaporkan The Nation, perusahaan swasta juga telah mulai menggunakan AI untuk menilai kematangan durian. Para peneliti juga kini tengah mengembangkan sistem yang dapat menentukan kematangan durian tanpa harus membelahnya.

Inisiatif Durian Digital Thailand ini kini telah membantu lebih dari 10 ribu petani mengadopsi teknologi dalam perkebunannya. Program ini mencakup catatan budidaya digital, manajemen air cerdas, dan sistem lain yang mendukung.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/thailand-kini-gunakan-ai-untuk-meningkatkan-kualitas-durian-85bb10f8/.

Baca juga

Semua berita Teknologi