Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

The Curiosity Engine di Art Jakarta 2026, Saat Sisa Material Menemukan Makna BaruVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

The Curiosity Engine di Art Jakarta 2026, Saat Sisa Material Menemukan Makna Baru

Liputan6 Lifestyle 2 menit baca 353 kata
The Curiosity Engine di Art Jakarta 2026, Saat Sisa Material Menemukan Makna Baru — gambar dari Liputan6 Lifestyle
Gambar dari Liputan6 Lifestyle. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Di Art Jakarta 2026, potongan HPL sisa proses produksi mendapat bentuk baru lewat The Curiosity Engine, kolaborasi Palette Studio dan TACO. Instalasi ini berangkat dari gagasan Explore New Horizons, yang tidak selalu berarti mencari sesuatu yang benar-benar baru.

"Semangat Explore New Horizons bagi kami bukan hanya tentang menemukan sesuatu yang baru, tapi juga tentang keberanian untuk melihat kembali hal-hal yang sudah familiar dari perspektif berbeda," kata Chief Marketing Officer TACO, Anastasia Tirtabudi, di lokasi pameran di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Di bagian atas instalasi, lingkaran menjadi pusat perhatian. Elemen ini terinspirasi dari mata, kompas, dan matahari yang melambangkan pengamatan, pencarian arah, dan awal sebuah siklus.

Di sekelilingnya, warna dan tekstur hadir dalam berbagai motif. Material yang digunakan meliputi HPL, PVC sheet, PVC board, dan drawer slide.

Palette Studio mengeksplorasi karakter setiap material lewat warna, motif, dan teksturnya. Dari sana, berbagai unsur tersebut dipadukan hingga menemukan komposisi yang sesuai dengan konsep instalasi.

"Yang menarik bagi kami dari proses ini adalah bagaimana material yang sudah ada dapat dilihat dari kemungkinan yang berbeda. Kami mengeksplorasi karakter dan susunannya untuk menemukan komposisi yang sesuai dengan gagasan karya,” kata Founder Palette Studio, Aji Fajar.

Eksplorasi tersebut menjadi bagian dari tahun keenam kehadiran TACO di Art Jakarta. Kolaborasi dengan seniman dan pelaku kreatif menjadi pendekatan yang terus dibawa dalam partisipasi mereka di ajang seni tersebut.

Kolaborasi Lintas Industri "Kolaborasi lintas industri seperti ini memperkaya pengalaman pengunjung dalam menikmati sebuah pameran," sebut Artistic Director Art Jakarta, Enin Supriyanto.

Eksperimen menggunakan material yang familiar juga hadir di Jakarta Illustration and Creative Arts Fair (JICAF) 2026. Memasuki tahun ketiga partisipasinya, Live Mural Powered by TACO menghadirkan Jaekwang Park, Muklay, Mbetand, dan Maito Parta.

Keempat seniman menggunakan HPL sebagai medium dengan karakter visual masing-masing. Material yang sama kemudian hadir dalam bentuk dan pendekatan yang berbeda sesuai dengan gaya setiap seniman.

Dari instalasi di Art Jakarta hingga mural di JICAF, material interior ditempatkan dalam situasi yang berbeda dari fungsi sehari-harinya. Sisa HPL yang menjadi titik awal The Curiosity Engine pun tidak lagi hanya dilihat berdasarkan fungsi materialnya, namun juga melalui bentuk, warna, tekstur, dan susunan yang lahir dari proses kreatif.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/the-curiosity-engine-di-art-jakarta-2026-saat-sisa-material-menemukan-06c7d032/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle