Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Tinju Gagal Sumbang Medali di Asian Games 2026, Perbati Buka SuaraVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Olahraga

Tinju Gagal Sumbang Medali di Asian Games 2026, Perbati Buka Suara

Detik 2 menit baca 303 kata
Tinju Gagal Sumbang Medali di Asian Games 2026, Perbati Buka Suara — gambar dari Detik Sport
Gambar dari Detik Sport. Ringkasan oleh Zona News.

Pengurus Besar Tinju Amatir Indonesia (Perbati) gagal memberikan medali bagi Indonesia di Asian Games 2026. Mereka mengakui masih ada kurangnya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Perbati Hengky Silatang, setibanya di Jakarta, pada Sabtu (3/10/2026). Ia turut mendampingi lima atlet yang berjuang di Aichi-Nagoya.

Kelima petinju itu ialah Nabila Maharani 54kg, Huswatun Hasanah 65kg, Jill Mandagie 55kg, Asri Udin 60kg, dan Maikhel Muskita 80kg.

Namun, dari kesemuanya capaian terbaik tinju Indonesia hanya sampai perempatfinal. Maikhel tak mampu melangkah ke babak berikutnya setelah kalah dari Minseong Kim asal Korea Selatan. Dari lima juri, Maikhel hanya satu juri yang memenangkannya. Sementara sisanya memilih Kim.

"Pasti sebagai atlet, kami saat bertanding juga, pas keputusan itu, saya yakin menang. Sebab, di ronde ketiga, saya push lawan cuma keputusan-keputusan wasit itu menilai saya kalah," kata Maikhel.

"Saya sangat-sangat kecewa karena latihan kan bukan satu hari saja. Butuh waktu yang harus kita korbankan, orang tua, kerja, segala macam dan memang hati sudah buat tinju." "Ya ke depan belajar dari kesalahan juga bersama pengurus juga, supaya kami bisa upgrade yang maksimal," tegas Maikhel.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perbati Hengky Silatang mengakui kurangnya pelatih fisik pada saat persiapan tim menuju pertandingan.

"Secara kualitas kami tidak tertinggal dengan negara-negara yang banyaknya juara-juara olimpiade. Hanya memang mesti training center berkepanjangan, dan evaluasinya paling tidak ada khusus pelatih fisik untuk menangani si atlet," kata Hengky.

"Kami tidak menyalahkan kesemuanya. Saya sebagai pengurus juga bertanggung jawab dan ini adalah cambuk untuk bisa berbicara. Karena targetnya paling tidak (ke depan) bisa lolos di Olimpiade, selain nanti SEA Games di Malaysia," ujarnya.

Tak hanya itu, Hengky juga menyoroti soal faktor nonteknis yang ada pada atlet selama bertanding.

"Jadi kami harus benahi dan semua unsur-unsur, termasuk saya, semua harus tahu. Kami menyadari dan mengakui itu perlu ada pembenahan secara total agar hasilnya bisa lebih baik ke depan," kata Hengky.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/tinju-gagal-sumbang-medali-di-asian-games-2026-perbati-buka-suara-5a9499b3/.

Baca juga

Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Timnas Indonesia Kevin Diks setelah Indonesia keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung…

Antara

Semua berita Olahraga