Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Trump Mau Bentuk Lembaga AI Baru, Sudah Kantongi Nama Calon BosVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Teknologi

Trump Mau Bentuk Lembaga AI Baru, Sudah Kantongi Nama Calon Bos

CNN Teknologi 2 menit baca 436 kata
Trump Mau Bentuk Lembaga AI Baru, Sudah Kantongi Nama Calon Bos — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana membentuk sebuah lembaga yang bakal mengoordinasikan kebijakan kecerdasan buatan (AI) di Gedung Putih.

Bahkan, saat ini Trump sudah memilih Jay Clayton sebagai calon kepala lembaga tersebut. Jay sebelumnya merupakan Direktur Intelijen Nasional di bawah pemerintahan Trump.

Melansir CNN, Jumat (2/10), dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan Trump dapat mengumumkan penunjukan Clayton paling cepat pada Jumat waktu setempat.

Clayton diperkirakan tetap menjalankan tugasnya sebagai Direktur Intelijen Nasional sembari mengemban peran baru sebagai "AI czar". Sebelumnya, Trump mengatakan kepada Axios bahwa Clayton akan cocok untuk posisi tersebut, namun Gedung Putih belum mengonfirmasi penunjukan itu.

"Setiap pengumuman mengenai personel akan diumumkan langsung oleh Presiden. Setiap pemberitaan sampai saat itu adalah spekulasi yang tidak berdasar," kata seorang pejabat Gedung Putih kepada CNN, Jumat (2/10).

Trump sebelumnya mengumumkan rencana membentuk "AI Force" dan menunjuk seorang pejabat untuk memimpin kebijakan pemerintah terkait AI. Rencana tersebut muncul di tengah meningkatnya desakan agar pemerintah menetapkan batasan terhadap perkembangan teknologi AI.

Pada Selasa (29/9), Trump mengumpulkan sejumlah CEO perusahaan teknologi dan AI di Gedung Putih. Pertemuan tersebut berujung pada penandatanganan komitmen baru yang bertujuan mendorong perusahaan melakukan pengawasan mandiri terhadap model AI mereka.

Trump juga mengatakan saat itu bahwa dirinya "sangat dekat" untuk mengambil keputusan mengenai sosok yang akan mengisi posisi tersebut.

"Saya akan menunjuknya, saya kira, dalam tiga atau empat hari ke depan," kata Trump.

Dia mengatakan masih ingin berkonsultasi dengan perusahaan-perusahaan teknologi serta pimpinan Partai Republik di DPR AS sebelum menentukan pilihannya.

Rekam Jejak Clayton Clayton sebelumnya menjabat sebagai jaksa federal tertinggi di Manhattan. Dia kemudian memimpin Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) selama sebagian besar periode pertama pemerintahan Trump.

Senat AS mengonfirmasi Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional pada Juli 2026. Dia menggantikan Bill Pulte yang sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas direktur selama sekitar 40 hari.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Senat sebelum pengangkatannya sebagai kepala komunitas intelijen AS, Clayton menyebut AI sebagai teknologi yang membawa peluang sekaligus ancaman.

"Ini adalah pengubah permainan, ini bukan hanya sebuah peluang, tetapi juga ancaman." kata Clayton.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/trump-mau-bentuk-lembaga-ai-baru-sudah-kantongi-nama-calon-bos-35fb8654/.

Baca juga

Semua berita Teknologi