Trump Tunjuk Direktur Intel Pimpin Lembaga AI Gedung Putih
Presiden Donald Trump dilaporkan menunjuk Direktur Intelijen Nasional AS, Jay Clayton, sebagai penanggung jawab utama lembaga kecerdasan buatan (AI) di pemerintahannya.
Kabar tersebut dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) pada Sabtu (3/10) waktu Amerika Serikat, mengutip wawancara dengan pria bernama asli Walter Joseph Clayton III tersebut.
Menurut WSJ seperti diberitakan Reuters, pria yang ditunjuk sebagai kepala intelijen pada Agustus lalu itu akan memimpin lembaga baru Gedung Putih dan bertugas melaporkan risiko dan peluang yang ditimbulkan oleh AI dalam waktu 120 hari.
"Presiden meminta agar dibentuk sebuah kelompok" yang disebut sebagai "Pasukan Super Intelijen" untuk memastikan AS tetap menjadi pemimpin dalam AI tingkat lanjut sembari melindungi kepentingan rakyat Amerika," kata Clayton kepada WSJ. "Risiko jika tidak menjadi yang pertama sangatlah besar".
Lembaga yang dipimpin Clayton ini akan meninjau risiko terkait AI serta mekanisme pelaporan pemerintah saat ini terkait pelanggaran, peretasan, dan insiden lainnya.
Setelah itu, menurut WSJ, mereka akan merekomendasikan cara untuk memperkuat kemampuan respons pemerintah federal berdasarkan wewenang yang ada.
Reuters menyebut keamanan AI jadi isu utama beberapa minggu terakhir. Sejumlah peneliti memperingatkan pihak-pihak yang mengembangkan teknologi itu meyakini AI dapat membunuh manusia dalam kurun waktu satu dekade.
Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat maupun Republik juga telah bereaksi dengan kekhawatiran dan menyerukan tindakan lebih lanjut.
Trump mengambil pendekatan yang longgar terhadap regulasi AI, dengan alasan pengawasan yang berlebihan dapat melemahkan daya saing terhadap China. Pada Selasa (29/9), Trump menyatakan tidak ingin bekerja sama dengan Presiden China, Xi Jinping, dalam pengaturan teknologi AI.
Penunjukan Jay Clayton ini kali kedua Trump memilih penasihat untuk mengawasi keputusan terkait AI di seluruh jajaran pemerintahannya.
Investor modal ventura David Sacks sebelumnya pernah memegang peran sebagai penanggung jawab utama AI pada awal masa jabatan kedua Trump.
WSJ juga menyebut, Wakil ketua gugus tugas ini adalah Emil Michael, Scott Kupor, dan Ketua Komisi Perdagangan Federal (FTC) Andrew Ferguson.
Kemudian anggotanya mencakup Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles. Penasihat eksternal juga akan mencakup Sacks dan mantan Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/trump-tunjuk-direktur-intel-pimpin-lembaga-ai-gedung-putih-88ac701f/.
Baca juga
Pro Player Fortnite Dipecat Usai Acungkan Jari Tengah ke Kamera
Pro player game Fortnite bernama David Kochet alias Huty, telah dikeluarkan dari organisasi esports FLC, setelah mengacungkan jari tengah ke kamera saat kompetisi sedang berlangsung. Hal itu terjadi dalam turnamen internasional bertajuk 2026 FNCS Global Championship.
Indonesia vs Thailand 1-1 di Waktu Normal, Netizen Deg-degan
Laga final FIFA ASEAN Cup antara Indonesia melawan Thailand berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal. Kini, pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Netizen pun deg-degan menantikan hasil akhirnya.
Mengenal Lensa Pancake yang Bikin Kamera Praktis dan Siap Jepret
Kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa. Ungkapan ini sudah sering terdengar, tetapi jarang benar-benar kita jalani. Kamera mirrorless dengan lensa besar memang menjanjikan kualitas, tetapi sering berakhir di dalam lemari karena terlalu merepotkan untuk dibawa.
Indonesia Vs Thailand Masih Imbang, Netizen Kencangkan Doa
Babak pertama Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 masih imbang. Lini masa media sosial ramai dengan netizen mengencangkan doa.