4,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo Utara
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Menindaklanjuti informasi terpercaya itu, tim gabungan langsung bergerak dan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melaksanakan penyekatan ketat, baik dari sektor darat maupun laut Gorontalo (ANTARA) - Tim gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan Satgas Tombak Pusintelal menggagalkan penyelundupan 4,1 ton sianida asal Filipina di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi di Gorontalo, Rabu, mengatakan pengungkapan itu berawal dari informasi intelijen mengenai rencana penyelundupan bahan kimia berbahaya melalui perairan Gorontalo.
"Menindaklanjuti informasi terpercaya itu, tim gabungan langsung bergerak dan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melaksanakan penyekatan ketat, baik dari sektor darat maupun laut," kata Andi.
Ia menjelaskan operasi penindakan dimulai Jumat (25/9) sekitar pukul 01.00 WITA. Saat itu, tim laut menggunakan perahu karet Posal Kwandang mendeteksi sebuah pampboat asal Filipina yang diduga melakukan bongkar muatan ilegal di muara Pulau Lango, Kecamatan Tolinggula.
Muatan tersebut kemudian dipindahkan ke sebuah truk yang langsung meninggalkan lokasi.
inisial AKL (22) dan kernet AA (30).
Pada saat bersamaan, pengejaran terhadap pampboat terus dilakukan menggunakan Kapal Patroli Bea Cukai 30006.
Sekitar pukul 04.30 WITA, tim gabungan berhasil mencegat pampboat tersebut di perairan Umu Paleleh-Molangato yang berada di wilayah perbatasan Sulawesi Tengah dan Gorontalo.
Dari enam anak buah kapal (ABK), petugas mengamankan empat warga negara Filipina, masing-masing berinisial M (47), DY (43), A (27), dan VN (19).
irud Gorontalo Utara, sedangkan pampboat ditarik menuju Pelabuhan Kwandang.
Selanjutnya, pada pukul 08.00 WITA, truk beserta dua WNI dan empat WNA Filipina dibawa ke Markas Lanal Gorontalo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dari pemeriksaan awal, petugas menyita 80 karung yang diduga berisi sianida (CN) dengan berat masing-masing 50 kilogram.
Total berat barang bukti tersebut mencapai 4.185,35 kilogram atau sekitar 4,1 ton.
irakan mencapai Rp3.097.159.000.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/41-ton-sianida-asal-filipina-digagalkan-di-gorontalo-utara-0f57b9bd/.
Related
IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya
IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan sesi I pagi ini Rabu (30/9/2026). IHSG melaju hijau ke 6.185,37 atau naik 1,04% pada pukul 09.30 WIB.
Update Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau Diangkat
Update Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau Diangkat Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) membeberkan perkembangan terbaru terkait proses klaim asuransi atas musibah KM Virgo Transport 8.
Misi Dagang dan Investasi Jatim-Sumut Catatkan Transaksi Rp 2,843 Triliun
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar, memperkuat jejaring pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah.
IHSG diproyeksi konsolidasi, investor waspadai penutupan kuartal III
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak konsolidasi pada perdagangan Rabu, seiring investor yang mewaspadai meningkatnya fluktuasi menjelang penutupan kuartal III 2026.