Skip to content

Wednesday, 30 September 2026188 stories

7 energi alternatif pengganti minyak bumi, apa saja?Wamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Economy

7 energi alternatif pengganti minyak bumi, apa saja?

Antara 4 min read 804 kata
7 energi alternatif pengganti minyak bumi, apa saja? — gambar dari Antara Ekonomi
Image from Antara Ekonomi. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Jakarta (ANTARA) - Minyak bumi selama ini menjadi salah satu sumber energi utama dunia. Bahan bakar kendaraan, pesawat, kapal hingga berbagai kegiatan industri masih banyak bergantung pada hasil pengolahan minyak bumi.

Namun, minyak bumi merupakan sumber energi fosil yang jumlahnya terbatas. Penggunaannya juga menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Karena itu, pengembangan energi alternatif menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Energi alternatif tidak berarti satu sumber energi bisa langsung menggantikan seluruh fungsi minyak bumi. Ada sumber yang lebih cocok untuk menghasilkan listrik, sementara lainnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan atau bahan baku industri.

Berikut tujuh energi alternatif yang banyak dikembangkan.

1. Energi surya Energi surya memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan listrik menggunakan panel fotovoltaik. Sumber energi ini menjadi salah satu teknologi yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

International Renewable Energy Agency (IRENA) mencatat tenaga surya menjadi penyumbang terbesar penambahan kapasitas energi terbarukan dunia pada 2024. Dari total 582 gigawatt (GW) kapasitas energi terbarukan baru yang terpasang pada tahun tersebut, sekitar 452,1 GW berasal dari tenaga surya.

Tenaga surya juga tidak membutuhkan pembakaran bahan bakar saat menghasilkan listrik sehingga tidak menghasilkan emisi langsung dari proses pembangkitan.

Namun, produksi listrik dari panel surya bergantung pada ketersediaan sinar matahari. Karena itu, baterai dan sistem jaringan listrik yang baik dibutuhkan agar listrik tetap tersedia ketika matahari tidak bersinar.

itas energi terbarukan global pada 2024 dengan tambahan sekitar 114,3 GW.

Sama seperti tenaga surya, pembangkit listrik tenaga angin tidak membutuhkan pembakaran minyak atau batu bara ketika menghasilkan listrik.

Kelemahannya, produksi listrik bergantung pada kondisi angin sehingga membutuhkan pengelolaan jaringan dan penyimpanan energi yang sesuai.

3. Energi air Pembangkit listrik tenaga air memanfaatkan aliran atau jatuhan air untuk menggerakkan turbin. Teknologi ini sudah digunakan di berbagai negara dan termasuk salah satu sumber energi terbarukan yang telah matang.

Menurut IRENA, kapasitas pembangkit listrik tenaga air dunia mencapai sekitar 1.277 GW pada akhir 2024, belum termasuk kapasitas pumped storage.

Keunggulan lainnya adalah pembangkit tenaga air dapat memberikan fleksibilitas pada sistem kelistrikan. Namun, pembangunan bendungan dan proyek pembangkit skala besar dapat memberikan dampak terhadap lingkungan serta membutuhkan lokasi dengan kondisi geografis yang sesuai.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/7-energi-alternatif-pengganti-minyak-bumi-apa-saja-c3a2dd9f/.

Related

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan sesi I pagi ini Rabu (30/9/2026). IHSG melaju hijau ke 6.185,37 atau naik 1,04% pada pukul 09.30 WIB.

CNBC Indonesia

4,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo Utara

Menindaklanjuti informasi terpercaya itu, tim gabungan langsung bergerak dan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melaksanakan penyekatan ketat, baik dari sektor darat maupun laut Gorontalo (ANTARA) - Tim gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan Satgas Tombak Pusintelal…

Antara

Semua berita Ekonomi