Cara BPKH Ringankan Beban Jemaah Haji Lewat Investasi Tepat Sasaran
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Cara BPKH Ringankan Beban Jemaah Haji Lewat Investasi Tepat Sasaran Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan dana haji yang dikelola pemerintah tidak sekadar disimpan, tetapi diinvestasikan dan hasilnya digunakan untuk mendukung pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.
Karena itu, besaran nilai manfaat yang tercatat pada virtual account jemaah tidak bisa disamakan dengan total imbal hasil investasi atas setoran awal mereka.
Hal ini menjawab pertanyaan yang belakangan muncul di media sosial mengenai dana haji. Salah satu ilustrasi yang beredar adalah setoran awal Rp25 juta sejak 2018 yang hingga kini disebut hanya menghasilkan nilai manfaat sekitar Rp3,2 juta.
Jika dana Rp25 juta tersebut diasumsikan mendapatkan imbal hasil 5% per tahun dan seluruh hasil investasi diberikan kepada pemilik dana, secara matematis nilainya memang akan lebih besar.
Namun, mekanisme pengelolaan dana haji tidak bekerja seperti deposito atau investasi individual.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menjelaskan, hasil pengelolaan dana haji setiap tahun harus didistribusikan kepada dua kelompok utama, yakni jemaah yang masih menunggu keberangkatan dan jemaah yang berangkat pada tahun berjalan.
"Setiap tahun hasil investasi yang kita berikan atau total yang dihasilkan itu tidak seluruhnya didistribusikan kepada virtual account untuk yang menunggu, tapi untuk yang berangkat," kata Fadlul.
Dengan mekanisme tersebut, nilai manfaat yang tercatat di virtual account jemaah memang tidak akan sama dengan yield investasi yang dihasilkan BPKH.
Fadlul memberikan ilustrasi, apabila hasil investasi mencapai yield 7%, angka tersebut tidak otomatis seluruhnya masuk ke virtual account jemaah yang masih menunggu.
Nilai manfaat tersebut harus dibagi untuk kebutuhan jemaah yang berangkat pada tahun berjalan.
"Anggaplah kita dapat 10% atau 7% yield. 7% yield itu buat jamaah menunggu tidak 7% karena ada dibagi lagi. Anggaplah 50-50, walaupun kadang-kadang lebih besar untuk yang berangkat daripada yang menunggu," ujarnya.
Dengan demikian, rendahnya tambahan saldo pada virtual account tidak serta-merta menunjukkan dana jemaah tidak berkembang atau mengalami kerugian.
Yang terjadi adalah hasil pengelolaan dana haji didistribusikan melalui mekanisme yang berbeda, termasuk untuk membantu mengurangi beban biaya jemaah yang berangkat.
Menurut Fadlul, distribusi nilai manfaat tersebut diperlukan karena biaya penyelenggaraan ibadah haji yang harus dibayarkan jemaah pada saat keberangkatan dapat menjadi jauh lebih tinggi apabila tidak mendapatkan dukungan dari nilai manfaat pengelolaan dana haji.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/cara-bpkh-ringankan-beban-jemaah-haji-lewat-investasi-tepat-sasaran-c00c0023/.
Related
IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya
IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan sesi I pagi ini Rabu (30/9/2026). IHSG melaju hijau ke 6.185,37 atau naik 1,04% pada pukul 09.30 WIB.
Update Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau Diangkat
Update Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau Diangkat Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) membeberkan perkembangan terbaru terkait proses klaim asuransi atas musibah KM Virgo Transport 8.
4,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo Utara
Menindaklanjuti informasi terpercaya itu, tim gabungan langsung bergerak dan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melaksanakan penyekatan ketat, baik dari sektor darat maupun laut Gorontalo (ANTARA) - Tim gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan Satgas Tombak Pusintelal…
Misi Dagang dan Investasi Jatim-Sumut Catatkan Transaksi Rp 2,843 Triliun
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar, memperkuat jejaring pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah.