Skip to content

Wednesday, 30 September 2026188 stories

Cerita Maarten Paes Menikmati Serangan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026Wamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
National

Cerita Maarten Paes Menikmati Serangan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

CNN Indonesia 1 min read 272 kata
Cerita Maarten Paes Menikmati Serangan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 — gambar dari CNN Indonesia
Image from CNN Indonesia. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menikmati detik-detik menegangkan saat menghadapi Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 lawan Malaysia pada laga kedua Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Senin (28/9). Laga ini berjalan berat bagi skuad Garuda karena bermain dengan 10 penggawa akibat kartu merah Thom Haye di menit ke-37.

Bertarung dengan jumlah pemain lebih sedikit membuat Maarten Paes jatuh-bangun di lapangan akibat gempuran Harimau Malaya. Kiper Ajax Amsterdam itu menjelaskan upayanya tetap tenang di tengah serangan lawan.

"Saat diri kita sedang disibukkan dengan sesuatu, kita bisa melakukannya dengan lebih mudah." "Tapi dalam pertandingan ini, mungkin hampir satu jam [bola] berkutat di kotak penalti tim kami dan saya bersama rekan-rekan setim selalu berkomunikasi satu sama lain soal lini belakang. Ini terjadi begitu saja secara natural," kata Maarten Paes dalam konferensi pers setelah laga, Senin (28/9).

Kiper 28 tahun itu juga menyebut faktor mengasah kemampuan dalam latihan jadi pendukung dirinya lebih siap membendung gedoran lawan. Tak ayal Paes mencatat tujuh penyelamatan dan empat di antaranya krusial untuk menyelamatkan gawang Timnas Indonesia.

"Ada banyak umpan silang dan tendangan yang datang dari segala sudut. Tapi kami sudah mempersiapkan itu dan bisa membendung bola," ujarnya.

Lebih lanjut, Paes juga mengungkap peran penting kerjasama lini belakang Timnas Indonesia. Sang pelatih, John Herdman memasang Elkan Baggott dan Justin Hubner sebagai tandem bek tengah.

Lini belakang skuad Garuda juga adaptif dalam skenario bertahan. Kevin Diks sebagai bek kanan juga ikut menopang benteng pertahanan sebagai bek tengah.

"Elkan Baggott mungkin menyelamatkan delapan bola dan melakukan lima sapuan. Menit-menit akhir sangat menakjubkan dan saya yakin anda semua melihat kami merayakan itu bersama-sama," ucapnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/cerita-maarten-paes-menikmati-serangan-malaysia-di-fifa-asean-cup-2026-2c2be07a/.

Related

Hari Statistik Nasional 2026, PLN Terima Apresiasi dari BPS RI

Konsistensi PT PLN (Persero) mendukung penguatan kualitas data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) menerima penghargaan kategori Perusahaan/Asosiasi dalam ajang "Sinergi Cepat untuk Statistik Akurat" pada peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 di Jakarta,…

CNN Indonesia

Semua berita Nasional