Cerita Sayu Bella Raih Medali Perunggu Asian Games 2026
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Atlet MTB-XCO Indonesia Sayu Bella jadi salah satu peraih medali perunggu Asian Games 2026. Dia harus berjuang keras sebelum bisa naik podium.
Bella jadi atlet pertama yang menyumbang medali dari cabor balap sepeda di Asian Games 2026. Berlaga di Obata Ryokuchi Park, Sayu bersaing dengan 15 pembalap lain dalam perlombaan sepanjang tujuh putaran dengan total jarak 25,9 kilometer.
Pebalap asal Bali tersebut sempat memimpin pada putaran pertama dengan catatan waktu 12 menit 57 detik. Ia kemudian menjaga posisinya di urutan ketiga hingga menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 1 jam 28 menit.
Persaingan ketat telah diperkirakan sejak awal. Dua pebalap yang menjadi lawan Sayu di Asian Games adalah lawannya di Asian Continental Championships Juni 2026.
Saat itu, Sayu menempati posisi keempat. Oleh karenanya, Sayu puas dengan pencapaian kali ini karena kerja kerasnya selama tiga bulan terakhir berbuah manis.
"Saya dan tim meningkatkan intensitas latihan secara bertahap, terutama untuk mendorong performanya selama balapan. Level latihan saya benar-benar berubah drastis. Selalu ada target peningkatan power dalam setiap latihan," ujar Sayu dalam rilis kepada detikSport.
Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Sayu. Sebelum tampil di level Asia dan ASEAN, dia mengaku pernah menganggap Pekan Olahraga Nasional atau PON sebagai level tertinggi yang dapat dicapainya.
"Jujur, saya tidak pernah membayangkan bisa berdiri di Asian Games. Dulu saya berpikir mungkin hanya bisa sampai Porprov atau PON. Saat itu, PON sudah terasa sebagai level tertinggi. Puji Tuhan, ternyata saya bisa sampai SEA Games dan Asian Games untuk terus membawa bendera Merah Putih," katanya.
Pencapaian Sayu ini tak lepas dari dukungan tim pelatih dan tentunya sepeda yang digunakan olehnya. Dua minggu sebelum Asian Games, Sayu juga menerima Polygon Syncline DR terbaru dengan desain khusus berwarna Merah Putih.
Meski telah menggunakan Syncline DR dan prototipenya selama lebih dari satu tahun, ia tetap harus menyesuaikan diri dengan sepeda dan pengaturan terbaru yang akan digunakannya dalam perlombaan.
Ini diakui jadi salah satu alasan Sayu sempat susah tidur sebelum turun di Asian Games 2026.
"Saya bersyukur masih punya kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan sepeda yang baru aku terima sebelum Asian Games. Sempat deg-degan juga karena takut waktunya tidak cukup," kata Sayu.
"Ini bukan balapan Asia biasa, tetapi Asian Games. Semua negara mempersiapkan pebalapnya dengan matang. Jujur, aku sampai susah tidur dan tidak bisa tidur lelap karena sangat nervous." Pujian datang dari pihak Polygon Bikes sebagai sponsor pribadi Sayu. Produsen sepeda nasional itu mengatakan pencapaian Sayu bukan hanya ditentukan oleh potensi, tetapi juga kemauannya untuk terus berkembang dan menjalani proses sebagai atlet.
"Sejak pertama bertemu Sayu di Bali sekitar tahun 2021, kami sudah melihat potensinya. Namun, yang membuatnya terus berkembang adalah kerendahan hati, kemauan belajar, dan konsistensinya dalam menjalani latihan. Setelah meraih emas SEA Games 2023 dan mengakhiri penantian Indonesia selama 10 tahun di nomor cross-country putri, kini Sayu kembali membawa pulang medali dari Asian Games. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan yang terus ia bangun," ujar Veronica Vivin selaku Brand Marketing Polygon Bikes Indonesia.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/cerita-sayu-bella-raih-medali-perunggu-asian-games-2026-86d1d135/.
Related
Argentina Harus Bisa 'Hidup' Tanpa Messi
Lionel Scaloni tidak mau Argentina loyo setelah pensiunnya Lionel Messi. Maka dia akan mencari cara terbaik agar Tim Tango tetap kompetitif.
Bulutangkis Lampaui Target, Menpora Tagih Cabor Lain yang Janjikan Emas
Menpora Erick Thohir menyebut perjuangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi momentum penting perjuangan kontingen Indonesia dalam mencapai target empat medali emas di Asian Games 2026. Dia menunggu emas-emas lainnya dari cabor yang sudah berjanji.
Kroasia yang Terlalu Permisif ke Spanyol
Pelatih Kroasia Slaven Bilic mengkritik performa timnya usai kalah 1-4 dari Spanyol di UEFA Nations League. Mateo Kovacic dkk seperti memberikan panggung untuk La Furia Roja.
FIFA ASEAN Cup 2026: Rafaelson Absen Bikin Vietnam Mandul
Absennya Rafaelson bikin Vietnam tumpul saat kalah dari Thailand. Padahal, The Golden Star Warriors tampil lebih dominan di laga ini.