Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

DPR Usulkan Subsidi BBM Cs Diganti ke Orang, Ini Tanggapan ESDMIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
National

DPR Usulkan Subsidi BBM Cs Diganti ke Orang, Ini Tanggapan ESDM

CNBC Indonesia 3 min read 549 kata
DPR Usulkan Subsidi BBM Cs Diganti ke Orang, Ini Tanggapan ESDM — gambar dari CNBC Indonesia
Image from CNBC Indonesia. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

DPR Usulkan Subsidi BBM Cs Diganti ke Orang, Ini Tanggapan ESDM Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi usulan terkait pengalihan skema subsidi energi yakni pengalihan subsidi berbasis barang seperti BBM dan LPG menjadi subsidi langsung kepada penerima manfaat melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Usulan tersebut sejatinya sempat disampaikan oleh Anggota Komisi XII DPR.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menata tata kelola distribusi. Langkah tersebut dilakukan agar beban subsidi energi tidak memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Laode menegaskan bahwa pembahasan spesifik mengenai alih skema subsidi menjadi BLT sejauh ini belum dilakukan oleh pihaknya. Pemerintah masih fokus mengoptimalkan penataan sistem yang ada guna meningkatkan efisiensi penyaluran BBM bersubsidi.

"Oh kita, kita belum bahas itu ya. Kita sekarang masih bagaimana menata agar subsidi ini tidak menjadi beban yang memberatkan. Itu yang lagi kita tata," ujar Laode saat ditanya soal rencana alih subsidi langsung ke orang dibanding ke barangnya, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Kamis (1/10/2026).

Laode menilai bahwa langkah penataan penyaluran subsidi energi pada dasarnya telah berjalan intensif selama dua tahun terakhir. Pemerintah telah membangun basis data terpadu guna memastikan penyaluran Solar subsidi dan LPG tepat sasaran.

"Jadi, kita ini kan sudah selama 2 tahun Pak Menteri (Bahlil) melakukan penataan. Database sudah dibangun, tinggal bagaimana menggunakan database ini agar lebih optimal sehingga penataan bisa berjalan dengan adanya ini," paparnya.

Untuk mematangkan basis data penerima subsidi, pemerintah menyinkronkan data MyPertamina dengan data kependudukan Dukcapil serta data kendaraan dari Kepolisian. Integrasi data tersebut menjadi fondasi utama bagi pemerintah untuk mengendalikan volume penyaluran BBM dan LPG bersubsidi agar tidak melampaui kuota.

"Kita sudah punya data MyPertamina, disempurnakan dengan Dukcapil, disempurnakan lagi nanti dengan data dari Kepolisian terkait kendaraan. Nah itu nanti dilakukan penataan. Makanya kan penetapan volume Solar subsidi dan LPG kan tetap sama dengan tahun lalu karena agar penataan itu bisa bermanfaat untuk mengendalikan subsidinya," tandasnya.

DPR Usul Subsidi Langsung Ke Orangnya Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mengusulkan agar pemerintah mengubah skema subsidi energi dari subsidi yang melekat pada barang menjadi subsidi yang diberikan langsung kepada masyarakat atau keluarga penerima manfaat.

Menurut dia, pendekatan tersebut dinilai lebih tepat sasaran. Pasalnya subsidi dapat diberikan berdasarkan kondisi ekonomi masing-masing keluarga, sementara harga barang dan jasa dibiarkan terbentuk berdasarkan mekanisme pasar.

"Maka subsidi tidak kepada barang tapi harus kepada orang bahwa pendekatan teknis per keluarga dan sebagainya. Biarkan barang dan jasa menemui titik equlibirumnya antara raw material berupa crude dan processing," kata dia dalam acara Coffee Morning CNBC Indonesia bertajuk "Meramu Kebijakan Subsidi Tepat, Mampukah Negara Melindungi Hak Rakyat?", dikutip Senin (28/9/2026).

Sugeng menilai, subsidi yang melekat pada komoditas menimbulkan kesenjangan harga yang cukup besar antara barang subsidi dan nonsubsidi. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan celah penyalahgunaan atau moral hazard.

Ia mencontohkan LPG 3 kilogram yang harga di tingkat masyarakat dapat mencapai sekitar Rp21.000, bergantung pada penetapan di masing-masing daerah. Sementara itu, harga LPG non subsidi berada pada level yang berbeda jauh.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dpr-usulkan-subsidi-bbm-cs-diganti-ke-orang-ini-tanggapan-esdm-9a5ee337/.

Related

64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di Unej

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 64 mobil dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia siap bersaing dalam kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang digelar di Universitas Jember, Jawa Timur, pada Kamis hingga Minggu (4/10).

Antara

Semua berita Nasional