Skip to content

Wednesday, 30 September 2026188 stories

Harga Minyak Ambruk, Fed "Galak": Dunia Tunggu 2 Kabar Genting dari ASWamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Economy

Harga Minyak Ambruk, Fed "Galak": Dunia Tunggu 2 Kabar Genting dari AS

CNBC Indonesia 13 min read 2511 kata
Harga Minyak Ambruk, Fed "Galak": Dunia Tunggu 2 Kabar Genting dari AS — gambar dari CNBC Indonesia
Image from CNBC Indonesia. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Pasar keuangan diharapkan bisa bangkit hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  pada perdagangan Selasa (29/9/2026) ditutup melemah 26,16 poin atau 0,43% ke 6.121,70. Indeks bergerak cukup volatil sepanjang hari dengan rentang pergerakan sekitar 137 poin.

Tekanan sudah terlihat sejak awal perdagangan. IHSG sempat turun hingga menyentuh level terendah harian di 6.013, sebelum berbalik naik dan mencapai level tertinggi 6.150.

Meski sempat memangkas pelemahan, IHSG belum mampu bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks akhirnya ditutup di level 6.121,70.

Mayoritas saham juga masih berada di zona merah. Sebanyak 373 saham melemah, 303 saham menguat, sementara 118 saham lainnya tidak bergerak.

Volume transaksi tercatat sebesar 383 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp13,24 triliun. Sektor konsumer non-primer, properti, dan barang baku menjadi sektor yang terkoreksi paling dalam.

Saham GOTO (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk), BBCA (PT Bank Central Asia Tbk), dan BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk) menjadi pemberat utama indeks. Pelemahan saham-saham tersebut turut menekan pergerakan IHSG pada perdagangan kemarinkemarin.

Pergerakan IHSG terjadi bertepatan dengan mulai berlakunya kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1 per lembar di pasar reguler dan tunai sejak Senin (28/9/2026). Kebijakan tersebut turut disertai penyesuaian batas auto rejection untuk saham berharga rendah.

Dari eksternal, pasar domestik masih dibayangi kebijakan moneter global yang lebih ketat, penguatan dolar AS, kenaikan harga energi, serta tingginya tingkat suku bunga global yang berpotensi menjaga volatilitas pasar negara berkembang tetap tinggi.

Sementara di pasar mata uang, rupiah berhasil berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (29/9/2026).

Tekanan sempat terlihat sejak awal perdagangan ketika rupiah dibuka melemah 0,03% di posisi Rp17.970/US$. Pelemahannya kemudian membesar hingga dolar AS sempat menembus Rp18.010, yang menjadi level terlemah rupiah sepanjang perdagangan kemarinkemarin.

Menjelang penutupan, rupiah mampu bangkit 40 poin dari titik terlemahnya dan mengakhiri perdagangan di zona hijau. Sementara itu, pada pukul 15.00 WIB indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat 0,14% ke posisi 101,338.

Bank Indonesia menilai tekanan terhadap rupiah masih berasal dari kombinasi sentimen global dan kebutuhan valuta asing domestik.

Penguatan dolar AS dipengaruhi kekhawatiran terhadap inflasi global dan risiko fiskal, sementara dari dalam negeri tekanan datang dari meningkatnya kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III-2026.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/harga-minyak-ambruk-fed-galak-dunia-tunggu-2-kabar-genting-dari-as-0780a9b3/.

Related

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan sesi I pagi ini Rabu (30/9/2026). IHSG melaju hijau ke 6.185,37 atau naik 1,04% pada pukul 09.30 WIB.

CNBC Indonesia

4,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo Utara

Menindaklanjuti informasi terpercaya itu, tim gabungan langsung bergerak dan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melaksanakan penyekatan ketat, baik dari sektor darat maupun laut Gorontalo (ANTARA) - Tim gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan Satgas Tombak Pusintelal…

Antara

Semua berita Ekonomi