Skip to content

Wednesday, 30 September 2026188 stories

Kekeringan Karena Kemarau Telah Terjadi di Sekitar JakartaWamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Technology

Kekeringan Karena Kemarau Telah Terjadi di Sekitar Jakarta

Tempo 3 min read 552 kata
Kekeringan Karena Kemarau Telah Terjadi di Sekitar Jakarta — gambar dari Tempo Tekno
Image from Tempo Tekno. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

MUSIM kemarau dengan hari tanpa hujan yang sudah cukup panjang menyebabkan kekeringan dan krisis air bersih di sekitar Jakarta yaitu di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat, distribusi bantuan air bersih gratis sejauh ini paling banyak ke Kabupaten Bekasi.

“Sebanyak 2,2 juta liter air dengan warga yang terdampak kekeringan 27 ribuan orang,” kata Kepala BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkunnya, kepada Tempo, Rabu 29 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk me a akhir September 2026. “Sebagai kesiagaan sudah kami distribusikan 4,3 juta liter air bersih ke masyarakat,” ujarnya.

Distribusi air bersih itu menggunakan mobil tangki BPBD juga Dinas Pemadam Kebakaran yang dibagikan secara gratis. Sumber airnya dari mata air juga PDAM.

Di Kabupaten Bandung misalnya, warga yang membutuhkan air bersih diminta membuat permohonan secara estafet. Mulai dari melapor ke pihak desa, kemudian aparat desa meneruskan laporan ke kecamatan, lalu dari kecamatan melapor ke dasbor pimpinan daerah, setelah itu air dikirim sesuai urutan permintaan yang masuk.

Sejauh ini BPBD mencatat sebanyak 207 desa atau kelurahan yang tersebar di 95 kecamatan mengalami kekeringan sehingga berdampak pada 214 ribu jiwa. Paling banyak warga yang terdampak yaitu di Kabupaten Bogor sejumlah 108 ribu orang. “Ketika terjadi kemarau beberapa minggu warga mengalami kekeringan air,” kata Teten.

Berdasarkan peta dampak kekeringan 2023, BPBD Jawa Barat mengupayakan pengadaan saluran pipa air bersama BNPB dan pemerintah daerah. Alasannya, menurut Teten, biaya distribusi air bantuan dengan mobil tangki ke masyarakat cukup besar dengan harga bahan bakar minyak solar sekarang ini.

Solusi alternatif lainnya dengan mengupayakan pemboran untuk mendapatkan sumber air. “Diprediksi Agustus puncak musim kemarau, kami terus mengupayakan mitigasi kekeringan,” ujarnya.

Upaya lain yaitu mengajak perusahaan-perusahaan untuk menyalurkan tanggung jawab sosial (CSR) dalam bentuk bantuan pasokan air bersih untuk warga yang membutuhkan. Rencana pamungkas untuk mengatasi kekeringan menurut Teten yaitu modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BNPB dan BMKG.

Pengajuan modifikasi cuaca dari kota atau kabupaten yang disampaikan ke pemerintah provinsi. “Sampai dengan saat ini belum ada daerah yang meminta modifikasi cuaca,” katanya.

Selain masalah kekeringan air, saat musim kemarau ini juga terjadi kebakaran hutan dan lahan. Sejauh ini, menurut Teten, di Jawa Barat tercatat 58 kali kejadian dengan luasan lahan yang terbakar mencapai 61,8 hektare tersebar di 68 desa atau kelurahan pada 47 kecamatan di 14 kabupaten dan kota.

Daerahnya yaitu Kabupaten Cirebon, Sumedang, Sukabumi, Majalengka, Kota dan Kabupaten Bandung, Garut, Purwakarta, Subang, Cianjur, Ciamis, Kota Depok, Karawang, dan Indramayu. “Kejadian paling sering kebakaran lahan di Sumedang dan Majalengka,” kata Teten.

Kebakaran di Sumedang menghanguskan lahan seluas 13,35 hektare. Sedangkan area kebakaran lahan paling luas terjadi di Kabupaten Cirebon yakni 19,7 hektare selama enam kali kejadian. Sementara di Kabupaten Bandung yang juga mengalami 6 kali kebakaran, menghanguskan lahan 5,5 hektare. “Rata-rata diduga diakibatkan oleh sisa pembakaran sampah yang bara apinya merembet,” ujar Teten.

Berdasarkan hasil pemantauan atau monitoring BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, pada dasarian kedua yaitu 11-20 Juli 2026 sebanyak 30 persen daerah mengalami kekeringan sangat panjang yang berkisar antara 31-60 hari. Sebaran lokasinya yaitu di bagian tengah Kabupaten Bogor, kemudian bagian selatan daerah Cianjur, Kabupaten Bandung, Garut, dan Pangandaran. Di daerah pantai utara mulai dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, Sumedang, Kuningan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kekeringan-karena-kemarau-telah-terjadi-di-sekitar-jakarta-bc96b546/.

Related

Trump, bos teknologi sepakati keamanan Super Intelligence

Washington DC (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (29/9), menandatangani kesepakatan mengenai keselamatan kecerdasan buatan (AI) dengan sejumlah eksekutif terkemuka industri teknologi tersebut dan membagikan salinan kesepakatan itu di platform Truth Social…

Antara

AI Meta Muse Dilaporkan Bocorkan Alamat Rumah YouTuber

Agen AI buatan Meta, Muse, mendapat sorotan terkait masalah privasi. AI yang dirancang untuk melakukan berbagai tugas atas nama pengguna itu dilaporkan memberikan alamat rumah seorang YouTuber kepada orang asing setelah diberi akses ke Facebook Marketplace.

Detik Inet

Semua berita Teknologi