Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Pakar Ungkap Alasan Bogor Masih Kerap Hujan di Tengah El NinoIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
National

Pakar Ungkap Alasan Bogor Masih Kerap Hujan di Tengah El Nino

CNN Indonesia 2 min read 312 kata
Pakar Ungkap Alasan Bogor Masih Kerap Hujan di Tengah El Nino — gambar dari CNN Indonesia
Image from CNN Indonesia. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Peneliti Senior Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN Erma Yulihastin menyebut perbedaan kondisi lokal memberikan dampak El Nino yang berbeda bagi setiap wilayah, contohnya Bogor yang masih kerap diguyur hujan.

Menurutnya, wilayah Bogor masih kerap mengalami hujan karena pengaruh kondisi setempat dan topografi pegunungan. Hal tersebut sangat berbeda dengan wilayah Lamongan, Jawa Timur, yang mengalami periode kering jauh lebih panjang.

Dalam webinar bertajuk "El-Nino 2026-2027: From Global Climate Signal to Local Action: Preparing Indonesia and the United States for an Unprecedented Climate Challenge" pada Selasa (29/9), Erma mengatakan dampak El Nino 2026-2027 di Benua Maritim Indonesia menunjukkan pola spasial yang semakin beragam dan tidak lagi sederhana berdasarkan garis ekuator.

"Perambatan gelombang El Nino memicu pergeseran musim kemarau yang lebih panjang serta meningkatkan ancaman tekanan panas ekstrem atau indeks suhu bola basah (Wet Bulb Global Temperature/WBGT)," ujar Erma.

Ia mengatakan kajian timnya juga menyoroti risiko terhadap produksi padi dan tekanan panas lingkungan. Pengukuran menggunakan indeks WBGT (Wet Bulb Globe Temperature) menunjukkan wilayah Kalimantan dan Papua memiliki kerentanan tinggi terhadap tekanan panas serta potensi peningkatan kebakaran hutan.

Erma bahkan menyebut ancaman kekeringan akibat El Nino diproyeksikan masih berlanjut hingga periode 2027-2028. Hal tersebut berdasarkan hasil simulasi dan analisis dari 14 model iklim NASA NEX-GDDP.

Kondisi ini, katanya, menunjukkan perlunya kewaspadaan jangka panjang dari berbagai pihak.

Dalam kesempatan yang sama, Mark Merrifield dari Scripps Institution of Oceanography menyampaikan bahwa anomali suhu permukaan laut di Pasifik Khatulistiwa telah menunjukkan sinyal kuat menuju fase Super El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027.

"Untuk musim Oktober hingga Desember 2026, terdapat peluang sebesar 75 persen bahwa fenomena ini akan menjadi peristiwa bersejarah yang kekuatannya melampaui rekor El Nino sebelumnya sejak tahun 1950-an," ujar Merrifield.

Merrifield turut memaparkan dampak lokal El Nino di wilayah pesisir, seperti Pantai California yang menghadapi peningkatan gelombang, permukaan laut yang tinggi, pasang surut ekstrem, serta curah hujan lebat yang memicu risiko banjir pesisir.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pakar-ungkap-alasan-bogor-masih-kerap-hujan-di-tengah-el-nino-bc3f2d16/.

Related

64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di Unej

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 64 mobil dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia siap bersaing dalam kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang digelar di Universitas Jember, Jawa Timur, pada Kamis hingga Minggu (4/10).

Antara

Semua berita Nasional