Skip to content

Wednesday, 30 September 2026188 stories

Pertamina Genjot Hasil Panen Petani di IndramayuWamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Economy

Pertamina Genjot Hasil Panen Petani di Indramayu

Detik 3 min read 518 kata
Pertamina Genjot Hasil Panen Petani di Indramayu — gambar dari Detik Finance
Image from Detik Finance. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Pertamina EP Zona 7 Regional Jawa Bagian Barat melalui Pertamina EP Jatibarang Field melangsungkan program pendampingan dan bantuan sektor pertanian di kawasan Jatisura, Indramayu. Hal ini berhasil memacu produktivitas hasil panen padi petani binaan.

Officer Communication Relation & CID PT Pertamina EP Zona 7, Noor Taufiq, mengatakan program ini sudah dimulai sejak 2025 lalu, dan kini pendampingan dan bantuan sudah memasuki massa panen kedua.

"Masyarakat yang berada di wilayah operasi kami, khususnya di Pertamina EP Jatibarang Field, 90%-nya bersinggungan dengan lahan pertanian. Sehingga ini merupakan salah satu concern kami bagaimana kita bisa berdaya bersama, bersinergi di mana ketahanan pangan dan ketahanan energi," kata Taufiq di Desa Jatisura, Indramayu, Rabu (23/9/2026).

Ia menjelaskan sebelum dilakukannya program pendampingan, lahan sawah tadah hujan milik warga di kawasan tersebut memiliki tingkat produktivitas yang sangat rendah. Kala itu rata-rata sawah hanya bisa dipanen satu kali dalam sebulan atau sekitarnya dalam kurun waktu satu tahun.

Atas dasar itu, program pendampingan ini dimulai dengan melakukan uji laboratorium kadar unsur hara yang terkandung dalam tanah di lahan sawah bersama Universitas Padjadjaran.

"Ketika pertama kali kami mendengar dari kelompok tani, kelompok masyarakat dari para petani di Desa Jatisura, kondisi unsur haranya memang sudah 'sakit', yang tadinya ditanami 2 kali setahun itu nggak bisa. Nah, makanya pertama kali yang kita lakukan, yang kita cek itu adalah unsur hara dengan melalui laboratorium yang berada di Universitas Padjadjaran," ujarnya.

"Dari lab itu kita tahu kandungan eh dari kandungan unsur hara elemen mana yang memang kurang dan elemen mana yang masih cukup baik. Di sanalah kita bisa melakukan proporsionalisasi pupuk," jelas Taufiq lagi.

Tak berhenti di sana, di saat yang bersamaan Pertamina juga membangun lima titik sumur bor untuk meningkatkan pengairan lahan pertanian, memberikan bantuan pengaplikasian agen hayati Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR), serta memasang Rumah Burung Hantu (Rubuha) guna mengendalikan serangan hama tikus secara alami.

Langkah penanganan komprehensif tersebut terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan volume panen petani dari 6,5 ton per hektare jadi 8,5 - 11 ton per hektare. Keberhasilan ini juga mendorong peningkatan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun, sekaligus menekan biaya perawatan tanaman.

"Rata-rata produksi yang sebelumnya kami dampingi itu di 6,5 ton, saat ini kelompok tani pada saat panen, produksi GKP, gabah kering panennya itu di angka 8,5 sampai 11 ton bahkan," terang Taufiq.

Pada akhirnya, Taufiq mengatakan program yang pada awalnya dilakukan sebagai uji coba pada lahan pertanian seluas satu hektar dengan sepuluh petani tersebut kini terus berkembang luas. Pada musim tanam kedua, Pertamina EP Jatibarang Field telah mendampingi sekitar 60 petani yang terbagi ke dalam enam kelompok tani di Desa Jatisura dengan total luas lahan garapan mencapai 114 hektar.

"Kalau sampai kapan program ini dijalankan, ya harapan kami ketika ilmu ini sudah bisa kita transfer kepada masyarakat dan ketika ada bukti yang nyata," ucap Taufiq.

"Kita melihat dari musim tanam pertama itu baru 10 orang. Kemudian di musim tanam kedua, ketika melihat hasil di musim tanam pertama, yang 10 orang ini tuh dengan biaya perawatan yang rendah tapi dengan hasil yang ternyata 30 - 50% lebih tinggi, sehingga di musim tanam kedua banyak juga kelompok tani yang siap untuk beralih," pungkasnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pertamina-genjot-hasil-panen-petani-di-indramayu-26a28488/.

Related

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan sesi I pagi ini Rabu (30/9/2026). IHSG melaju hijau ke 6.185,37 atau naik 1,04% pada pukul 09.30 WIB.

CNBC Indonesia

4,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo Utara

Menindaklanjuti informasi terpercaya itu, tim gabungan langsung bergerak dan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melaksanakan penyekatan ketat, baik dari sektor darat maupun laut Gorontalo (ANTARA) - Tim gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan Satgas Tombak Pusintelal…

Antara

Semua berita Ekonomi