Produk Halal Indonesia Bidik Pasar ASEAN hingga Timur Tengah
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Industri produk halal Indonesia mulai membidik pasar global, termasuk kawasan ASEAN, Asia hingga Timur Tengah. Peluang tersebut didukung meningkatnya perhatian konsumen terhadap aspek halal, kualitas, dan kepercayaan terhadap produk.
Brand & Marketing Executive Mooochii Indonesia Gilbert Hanli Lim mengatakan, perusahaan melihat peluang untuk membawa produk halal yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia ke pasar internasional. Menurut dia, pengembangan pasar global menjadi bagian dari visi perusahaan untuk memperluas jangkauan produk Indonesia.
Gilbert mengatakan, meski memiliki karakter produk yang terinspirasi dari Jepang, Mooochii bukan produk impor atau waralaba dari Jepang. Produk tersebut dikembangkan dan diproduksi di Indonesia dengan riset yang turut mempelajari teknik dan tradisi Jepang.
Tim riset dan pengembangan (R&D) Mooochii mempelajari berbagai aspek produksi dari Jepang sebelum mengembangkan produk di Indonesia. Produk kemudian dipasarkan untuk menjangkau berbagai kelompok konsumen.
Menurut Gilbert, ekspansi pasar harus berjalan bersama dengan konsistensi kualitas dan status halal produk. Kepercayaan konsumen menjadi salah satu faktor penting ketika produk Indonesia memasuki pasar yang lebih luas.
“Kualitas tidak boleh turun dan kepercayaan konsumen tidak boleh turun. Kita tidak akan mengorbankan salah satu dari ini,” ujar Gilbert dalam siaran pers, Rabu (23/9/2026).
Mooochii meraih penghargaan Top Halal Award 2026 yang diselenggarakan Indonesia Halal Training & Education Center (IHATEC). Penghargaan tersebut diberikan di tengah upaya perusahaan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk halal.
Gilbert mengatakan, penghargaan tersebut juga menjadi motivasi untuk menjaga standar halal dalam pengembangan produk. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), konsumen semakin mudah memperoleh informasi mengenai produk sehingga kejelasan mengenai status halal menjadi semakin penting.
“Di zaman AI, informasi sudah dapat dimiliki konsumen dengan gampang. Kami berharap dengan meraih penghargaan ini, konsumen juga dapat percaya dengan informasi yang mereka temukan,” ujar Gilbert.
Sementara itu, Direktur IHATEC Marketing Research Evrin Lutfika menjelaskan, Top Halal Award 2026 memiliki sejumlah pembaruan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya adalah peningkatan jumlah responden menjadi 2.100 orang yang tersebar di enam kota besar di Indonesia.
IHATEC juga menambah sejumlah kategori penghargaan, termasuk kategori mochi, serta menggandeng key opinion leader (KOL) untuk memperkenalkan merek penerima penghargaan kepada masyarakat.
Evrin mengatakan, riset Top Halal Award tidak hanya melibatkan konsumen Muslim. Komposisi responden juga disesuaikan dengan proporsi penduduk non-Muslim berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), yakni sekitar 13 persen.
“Bagi mereka halal itu bukan hanya produk halal untuk umat Islam. Tapi halal itu ada kebaikan, ada kepercayaan, kualitas,” kata Evrin.
Ia menjelaskan, penilaian Top Halal Award menggunakan dua parameter utama, yakni elemen merek dan elemen halal. Pada elemen merek, riset mengukur tingkat pengenalan dan kekuatan merek di mata konsumen, termasuk pengalaman pembelian dan kemungkinan konsumen membeli kembali.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/produk-halal-indonesia-bidik-pasar-asean-hingga-timur-tengah-5555f020/.
Related
Wamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus Diperluas
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong kehadiran produk industri yang ramah lingkungan atau industri hijau harus diperluas.
Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 2050
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan pemerintah menargetkan net zero emission 2060 di sektor industri bisa lebih cepat tercapai 10 tahun menjadi 2050.
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Kasus penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat (30) kepada pacarnya berinisial YTR (29) memasuki babak baru. Taufik akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung hari ini.
Hari Statistik Nasional 2026, PLN Terima Apresiasi dari BPS RI
Konsistensi PT PLN (Persero) mendukung penguatan kualitas data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) menerima penghargaan kategori Perusahaan/Asosiasi dalam ajang "Sinergi Cepat untuk Statistik Akurat" pada peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 di Jakarta,…