TKDN Otomotif Naik hingga 80% pada 2030, Baterai Mobil Listrik Jadi Kunci
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dinilai telah memberikan dampak terhadap perkembangan industri otomotif nasional. Aturan tersebut mendorong pabrikan meningkatkan penggunaan produk lokal sekaligus membangun ekosistem industri di dalam negeri.
Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki mengatakan penerapan TKDN telah berlangsung sejak lama dan secara bertahap mendorong peningkatan penggunaan komponen lokal.
“Semakin besar volume, daya saing produk semakin berdaya saing,” ungkap dia dikutip Antara, Rabu (30/9/2026).
Menurut Rachmat, perkembangan industri otomotif Indonesia menjadi salah satu bukti penerapan kebijakan tersebut. Pada era 1970-an, pasar otomotif yang sebelumnya banyak mengandalkan produk impor mulai beralih ke kendaraan yang diproduksi di dalam negeri.
Proses tersebut tidak hanya mencakup perakitan kendaraan, tetapi juga berkembang ke produksi dan pengembangan berbagai komponen otomotif.
Saat ini, Rachmat menyebut sejumlah mobil yang diproduksi di Indonesia telah memiliki tingkat TKDN lebih dari 80 persen.
Peningkatan kandungan lokal secara bertahap juga dinilai membantu membangun ekosistem industri, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perkembangan tersebut turut membuat Indonesia dipercaya menjadi salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan.
TKDN Mobil Listrik Ditargetkan Naik, Baterai Jadi Perhatian Rachmat mengatakan kebijakan TKDN otomotif juga semakin penting seiring pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Menurut dia, peningkatan penjualan mobil listrik perlu diikuti dengan semakin besarnya penyerapan komponen yang diproduksi di dalam negeri.
Hingga Agustus 2026, penjualan mobil listrik tercatat mencapai 101.171 unit, atau sekitar 16,88 persen dari total penjualan mobil nasional sebanyak 599.491 unit.
Pemerintah sendiri menetapkan kewajiban TKDN minimal 40 persen pada 2026, kemudian meningkat menjadi 60 persen pada 2027 dan mencapai 80 persen pada 2030.
Rachmat berharap peningkatan TKDN ke depan tidak hanya menyasar komponen pendukung, tetapi juga komponen utama kendaraan listrik, termasuk baterai dan bahan bakunya.
“Ke depan kami ingin banyak terlibat,” kata Rachmat.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta sebelumnya juga menyampaikan bahwa pabrikan kendaraan wajib memenuhi TKDN sebesar 80 persen mulai 2030.
“Yang paling penting yang akan men-trigger nilai TKDN di sini adalah baterai selnya, selain produksi modul,” ujarnya.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/tkdn-otomotif-naik-hingga-80-pada-2030-baterai-mobil-listrik-jadi-59c396a2/.
Related
Kabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!
CRISTIANO Ronaldo terancam sanksi berat usai kabur dari pemusatan latihan (pelatnas) Timnas Portugal. Tidak tanggung-tanggung, ia bisa dilarang bermain enam bulan plus denda sekira 1.000 Euro (setara Rp20,2 juta).
2 Pemain Indonesia yang Diwaspadai Bangladesh!
Timnas Bangladesh akan dijamu Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Tigers of Bengal mewaspadai dua pemain Skuad Garuda. Indonesia vs Bangladesh akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga itu kickoff pada Kamis (1/10/2026), pukul 19.30 WIB.
Masih Ingat Chris Smalling yang Dulu Bermain untuk MU?
Liputan6.com, Jakarta - Mantan bek Manchester United, Chris Smalling, akhirnya menemukan klub baru setelah beberapa bulan berstatus tanpa klub. Bek tengah berusia 36 tahun itu resmi bergabung dengan Porto, pemuncak klasemen Liga Portugal.
GAC Akuisisi Saham FAW Toyota, Strategi Baru Mulai Terungkap
Liputan6.com, Jakarta - GAC Group berencana mengambil alih 50 persen saham di perusahaan patungan FAW dan Toyota di China. Langkah ini membuat GAC menggantikan China FAW Group Corporation, sebagai mitra Toyota di perusahaan patungan tersebut, dengan tujuan menyederhanakan…