Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

WIKA: Pengalihan pengelolaan Whoosh bisa perbaiki kinerja keuanganIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Economy

WIKA: Pengalihan pengelolaan Whoosh bisa perbaiki kinerja keuangan

Antara 2 min read 356 kata
WIKA: Pengalihan pengelolaan Whoosh bisa perbaiki kinerja keuangan — gambar dari Antara
Image from Antara. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah. Ini memberikan dampak positif bagi WIKA Jakarta (ANTARA) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menilai pengambilalihan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh oleh pemerintah dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan.

Direktur Keuangan WIKA Mulyadi mengatakan kinerja keuangan saat ini masih terdampak oleh kondisi keuangan KCIC yang mencatatkan imbal hasil negatif.

Sebab, WIKA masih menjadi salah satu pemegang saham KCIC, sehingga perseroan harus memperhitungkan kinerja keuangan KCIC dalam laporan keuangannya.

“Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah. Ini memberikan dampak positif bagi WIKA,” kata Mulyadi dalam paparan publik (pubex) secara virtual, di Jakarta, Kamis.

Mulyadi menjelaskan kondisi tersebut membuat WIKA harus membukukan bagian dari kinerja negatif KCIC dalam laporan keuangannya.

Dengan demikian, kinerja KCIC turut memberikan tekanan terhadap laporan laba rugi WIKA.

“Jadi, saat ini konsolidasi keuangan WIKA melakukan konsolidasi berdampak ke equity negatif, karena saat ini kereta cepat itu menghasilkan return yang negatif karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham,” tutur Mulyadi.

“Sehingga apabila kereta cepat ini diambil alih oleh pemerintah, ataupun nanti dari kementerian yang ditunjuk oleh pemerintah. Maka secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kinerja keuangan WIKA,” tambahnya.

Mulyadi berharap proses pengambilalihan bisa rampung tahun ini.

Adapun pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih kepemilikan 60 persen saham di KCIC atau Whoosh.

Porsi saham tersebut selama ini dikuasai oleh konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sementara sebesar 40 persen saham sisanya tetap akan dipegang oleh konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Whoosh nantinya dikelola melalui unit Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu, sehingga tidak akan menjadi beban langsung bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Nantinya kepemilikan 60 persen saham Whoosh tersebut tidak akan lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau konsorsium PSBI, yang terdiri dari KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII).

Melainkan, kepemilikan porsi 60 persen saham tersebut akan berada dalam kendali unit SMV di bawah Kemenkeu.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/wika-pengalihan-pengelolaan-whoosh-bisa-perbaiki-kinerja-keuangan-35d8084a/.

Related

Semua berita Ekonomi