Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026727 berita

5 Juta Robot Bekerja di Pabrik Seluruh Dunia, Euforia Humanoid DiujiIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Ekonomi

5 Juta Robot Bekerja di Pabrik Seluruh Dunia, Euforia Humanoid Diuji

Liputan6 Bisnis 3 menit baca 525 kata
5 Juta Robot Bekerja di Pabrik Seluruh Dunia, Euforia Humanoid Diuji — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari lima juta unit robot industri beroperasi di pabrik-pabrik seluruh dunia, tertinggi yang pernah tercatat. Namun, perusahaan robot humanoid seperti Boston Dynamics justru menunda rencana pencatatan sahamnya.

Jumlah robot industri global naik 9% tahun lalu menjadi sekitar 5,08 juta unit, diungkap laporan tahunan World Robotics International Federation of Robotics (IFR), lembaga nirlaba asal Frankfurt yang memantau industri robot selama hampir tiga dekade.

"Otomatisasi industri sedang bergerak sangat cepat. Capaian baru lima juta robot yang beroperasi di pabrik seluruh dunia lebih dari dua kali lipat jumlah tujuh tahun lalu," kata Presiden IFR Jane Heffner, dikutip dari Euronews, Kamis (1/10/2026).

Ia menyebut pertumbuhan terkuat terjadi di Asia, diikuti kawasan Amerika, sementara Eropa bergerak lambat.

Instalasi tahunan robot baru melonjak 11% dan melampaui 600 ribu unit untuk pertama kalinya sehingga mencapai 603 ribu unit. China memimpin dengan 354 ribu robot, naik 20% dan menyumbang 59% dari seluruh instalasi global.

Amerika Serikat (AS) menyalip Jepang menjadi pasar terbesar kedua di dunia, dengan hampir 38,5 ribu unit robot terpasang, naik 12%.

Jumlah robot yang beroperasi di Uni Eropa (UE) melampaui 700 ribu unit untuk pertama kalinya pada 2025, mencapai 712 ribu unit atau setara 84% dari keseluruhan kawasan Eropa.

Namun, instalasi barunya justru turun 11% pada 2025 menjadi 60,5 ribu unit. Jerman, pasar terbesar di Eropa dengan porsi 41% dari seluruh instalasi UE, mencatat penurunan 8% akibat melemahnya otomotif.

Robot Humanoid Masih Jauh dari Skala Industri Italia, Prancis, dan Spanyol menyusul Jerman, dengan penurunan instalasi dua digit persentase sepanjang 2025.

Sedangkan, pasar robot humanoid masih sangat kecil, hanya sekitar 7.000 unit yang terjual secara global tahun lalu. Sebagian besar dibeli untuk menghasilkan data pelatihan model kecerdasan buatan (AI). Bahkan, produsen mobil pun biasanya hanya mengoperasikan kurang dari sepuluh unit.

Meski begitu, Bank of America memperkirakan pengiriman robot humanoid bisa mencapai 90 ribu unit tahun ini dan melonjak jadi 1,2 juta unit pada 2030.

Boston Dynamics milik Hyundai kemungkinan besar tidak akan melanjutkan rencana pencatatan saham tahun depan karena robot humanoid-nya, Atlas, belum diterapkan dalam skala besar dan masih merugi.

Di China, regulator dikabarkan menahan laju IPO perusahaan robot humanoid, menyusul lonjakan saham produsen robot Unitree lebih dari lima kali lipat pada debutnya di bursa Shanghai, sebelum anjlok 55%.

"Ini akan menjadi produk tersulit yang pernah kami buat untuk diproduksi massal di Tesla, karena semua bagian di robot ini baru," kata Elon Musk, mengakui sulitnya mengembangkan robot Optimus, seraya menambahkan belum adanya rantai pasok.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/5-juta-robot-bekerja-di-pabrik-seluruh-dunia-euforia-humanoid-diuji-d3ee6f29/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi