Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Ada Masalah di Software Pendaratan Boeing 737 MAX, FAA Sebut Tetap AmanVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Internasional

Ada Masalah di Software Pendaratan Boeing 737 MAX, FAA Sebut Tetap Aman

Detik 1 menit baca 233 kata
Ada Masalah di Software Pendaratan Boeing 737 MAX, FAA Sebut Tetap Aman — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) menemukan permasalahan dalam perangkat lunak atau software baru di sejumlah unit pesawat Boeing 737 Max. Namun hal ini dianggap bukanlah masalah keselamatan penerbangan.

Sebelumnya, FAA dan Boeing telah menyoroti masalah perangkat lunak pada sejumlah unit pesawat 737 Max yang dapat mempengaruhi prosedur pendaratan tertentu. Sejak bulan lalu, FAA sedang meninjau apakah hal itu menimbulkan masalah keselamatan penerbangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, FAA menilai bahwa permasalahan dalam perangkat lunak tersebut tidak akan menimbulkan permasalahan keamanan selama pesawat melakukan pendaratan mengingat proses ini masih dikendalikan penuh pilot.

"Setelah peninjauan menyeluruh, panel ahli keselamatan FAA pada hari Jumat (2/10) menetapkan bahwa masalah perangkat lunak pada komputer penerbangan Boeing 737 MAX tertentu bukanlah masalah keselamatan. Dewan Peninjau Tindakan Korektif FAA membuat penetapan tersebut karena pilot tetap memegang kendali penuh atas pesawat dan indikasi kepada awak penerbangan jelas dan tidak ambigu," kata FAA dalam keterangan resmi, dikutip dari CNBC, Sabtu (3/10/2026).

Di sisi lain, Boeing mengatakan masalah perangkat ini bisa muncul dalam proses pendaratan ketika pilot telah mengubah jalur penerbangan yang telah diprogram sebelumnya, dan pilot harus mengambil langkah tambahan untuk menggunakan alat otomatis pada pendaratan berikutnya.

Atas dasar ini, FAA menyatakan bahwa mereka akan mengeluarkan buletin khusus kepada maskapai penerbangan tentang cara mengenali dan menanggapi masalah tersebut jika terjadi.

"Seperti halnya situasi apa pun, FAA akan mempertimbangkan tindakan yang tepat jika menerima informasi baru tentang masalah ini," kata lembaga tersebut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ada-masalah-di-software-pendaratan-boeing-737-max-faa-sebut-tetap-aman-22bfc099/.

Baca juga

Semua berita Internasional