Lewati ke konten

Rabu, 30 September 2026188 berita

Akademisi ingatkan penanganan kasus MBG perlu diikuti perbaikanWamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Lifestyle

Akademisi ingatkan penanganan kasus MBG perlu diikuti perbaikan

Antara 2 menit baca 314 kata
Akademisi ingatkan penanganan kasus MBG perlu diikuti perbaikan — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan mengingatkan penanganan kasus dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu diikuti langkah konkret berupa perbaikan apabila ditemukan adanya kelemahan atau kelalaian.

“Jika ditemukan adanya kelemahan atau kelalaian, harus ada koreksi yang jelas. Jika ditemukan bahwa persoalannya berada pada aspek tertentu, aspek tersebut harus diperbaiki,” kata Cecep dikutip di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan dalam mengakui persoalan, mencari penyebab, bertanggung jawab terhadap dampak, serta memperbaiki sistem merupakan bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat.

akat,” kata Cecep.

Pada kesempatan itu, dia menyoroti kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Batang serta permintaan maaf yang disampaikannya kepada korban dan keluarga. Menurut Cecep, langkah itu merupakan bentuk tanggung jawab dan empati pemimpin.

“Saya melihat langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan empati,” kata Cecep.

Meskipun begitu, ia mengingatkan agar respons itu dilanjutkan dengan investigasi yang objektif dan berbasis bukti untuk mengetahui persoalan secara jelas.

“Transparansi juga bukan berarti pemerintah harus tergesa-gesa membuat kesimpulan. Justru transparansi berarti proses investigasi dilakukan secara objektif, berbasis bukti, dan hasilnya disampaikan secara terbuka setelah fakta-faktanya cukup,” ujarnya.

Ia mengatakan hasil investigasi harus menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan apabila ditemukan kelemahan dalam pelaksanaan program.

seluruh korban mendapatkan penanganan medis hingga pulih serta tidak terbebani biaya pengobatan.

Wapres Gibran meninjau kondisi para pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Limpung dan Puskesmas Bawang, Kabupaten Batang, pada Senin (28/9).

"Prioritas pertama adalah kesehatan korban. Pasien yang masih dirawat harus mendapat pelayanan sampai pulih, sementara warga yang sudah pulang, tetapi keluhannya kembali muncul harus tetap mudah mengakses pemeriksaan lanjutan," kata Wapres.

Di RSUD Limpung, Gibran berdialog dengan salah satu pasien anak, Arsenio, yang telah menjalani perawatan selama empat hari.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya Editor: Endang Sukarelawati Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/akademisi-ingatkan-penanganan-kasus-mbg-perlu-diikuti-perbaikan-53018c61/.

Baca juga

Anak bukan jalan mencari nafkah

Surabaya (ANTARA) - Lampu jalan menyala ketika sebagian anak lain telah berada di rumah, menyiapkan buku untuk esok hari atau bersiap tidur. Di sudut kota, ada anak yang masih mengikuti orang tuanya mengamen, mengemis, atau sekadar menunggu hasil dari aktivitas yang dilakukan di…

Antara

VIDEO: Ratusan Dokter PPDS Diduga Keracunan Nasi Kotak

VIDEO: Ratusan Dokter PPDS Diduga Keracunan Nasi Kotak CNN Indonesia TV | CNN Indonesia Rabu, 30 Sep 2026 07:00 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan peserta Pra Pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, diduga keracunan…

CNN Indonesia

Semua berita Lifestyle