Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Alasan Geo Dipa Batal Ditarik ke DanantaraIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Ekonomi

Alasan Geo Dipa Batal Ditarik ke Danantara

Detik 2 menit baca 328 kata
Alasan Geo Dipa Batal Ditarik ke Danantara — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

PT Geo Dipa Energi (Persero) batal ditarik masuk ke Danantara Indonesia dan tukar guling dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Menurut Direktur Utama Geo Dipa, Yudistian Yunis tukar guling ini dibatalkan lantaran tidak mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai informasi, Geo Dipa selama ini beroperasi sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Geo Dipa berfokus pada eksplorasi, eksploitasi, dan pengembangan energi terbarukan panas bumi, mendukung penyediaan listrik ramah lingkungan, serta transisi energi.

Yudistian menerangkan, Geo Dipa Energi telah lama dibidik Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melebur dengan sejumlah anak usaha di bidang energi. Menurut Yudistian, BP BUMN menganggap Geo Dipa Energi justru salah kamar bila ada di bawah naungan Kemenkeu.

"Dianggap itu salah kamar, kok ada energi di Kementerian Keuangan. Maka, ini tebakan saya pribadi saja, Pak Menteri (eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa) itu lihat appetite orang ke Geo Dipa kayaknya tinggi, ditukar saja sama PNM lah. PNM kasih ke aku, aku kasih nih yang kamu minta, sama-sama nih, aku kasih," ujar Yudistian di Media Gathering, Bogor, Jumat (2/10/2026).

Di sisi lain, Yudistian mengatakan, dirinya sempat berbincang dengan Purbaya soal peluang yang dimiliki Geo Dipa. Menurutnya, jika ingin membentuk ekosistem ekonomi hijau, maka harus punya alat fiskal.

"Alat fiskalnya itu kalau green economy, underlying yang paling utama itu infrastrukturnya adalah energi dulu. Maka Pak Menteri (Purbaya) dan beberapa dirjen saat itu bilang, kalau kita kasih ke Danantara, ini tenggelam saja nih Geo Dipa. Nggak akan bisa ngapa-ngapain. Tapi kalau dia ada di Kementerian Keuangan, boleh jadi kita bisa meng-establish atau meng-crafting green economy ecosystem itu. Yang dari tahun 1988 orang sudah banyak ngomong soal green economy ecosystem," jelasnya.

Dari hasil pertimbangan saat itu, maka per Agustus 2026 diputuskan tukar guling Geo Dipa dengan PNM resmi batal.

"Akhirnya di bulan Agustus yang lalu, dan bersamaan dengan pemberitaan juga, Pak Menteri sampaikan bahwa tidak jadi antara Geo Dipa dengan PNM ditukar, karena tidak diberikan izin oleh presiden. Intinya itu," terang Yudistian.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/alasan-geo-dipa-batal-ditarik-ke-danantara-f946027c/.

Baca juga

Dari Dusun Bambu ke EIGER Nature: Menteri LH Dorong Ekowisata

Pengembangan inisiatif berbasis alam yang memadukan pemulihan lingkungan, aktivitas ekonomi, edukasi, dan keterlibatan masyarakat mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat dalam kunjungannya ke Dusun…

Detik

Semua berita Ekonomi