Lewati ke konten

Rabu, 30 September 2026188 berita

Apa yang terjadi jika minyak bumi habis? Ini 6 dampaknyaWamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Ekonomi

Apa yang terjadi jika minyak bumi habis? Ini 6 dampaknya

Antara 3 menit baca 682 kata
Apa yang terjadi jika minyak bumi habis? Ini 6 dampaknya — gambar dari Antara Ekonomi
Gambar dari Antara Ekonomi. Ringkasan oleh Zona News.

Jakarta (ANTARA) - Minyak bumi menjadi salah satu sumber daya yang punya peran besar dalam kehidupan modern. Selama ini, minyak tidak hanya digunakan untuk menghasilkan bensin atau solar, tetapi juga menjadi bahan baku berbagai produk yang digunakan sehari-hari.

Karena itu, jika suatu hari minyak bumi benar-benar habis atau pasokannya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dunia, dampaknya tidak hanya terasa di pompa bensin. Transportasi, industri, penerbangan hingga produksi berbagai barang sehari-hari juga ikut terdampak.

Meski begitu, kondisi tersebut tidak berarti dunia akan langsung berhenti beraktivitas. Berbagai sumber energi dan bahan baku alternatif dapat digunakan, tetapi peralihannya membutuhkan waktu, teknologi, infrastruktur dan investasi yang besar.

1. Harga energi bisa melonjak Dampak yang paling cepat terasa adalah terganggunya pasokan energi. Ketika jumlah minyak yang tersedia tidak mampu memenuhi permintaan, harga minyak dan produk olahannya berpotensi meningkat.

Kondisi seperti ini sebenarnya sudah dapat terlihat ketika pasokan minyak dunia terganggu meski cadangan minyak belum habis. Pada September 2026, misalnya, gangguan produksi dan distribusi di kawasan Timur Tengah membuat pasar minyak global mengalami tekanan dan harga bahan bakar meningkat. International Energy Agency (IEA) memperkirakan pasokan minyak dunia pada 2026 turun sekitar 5,7 juta barel per hari akibat gangguan tersebut.

Jika minyak benar-benar tidak tersedia dalam jangka panjang, tekanan terhadap harga energi tentu akan jauh lebih besar.

akar atau teknologi lain.

Kendaraan listrik dapat menjadi salah satu alternatif untuk transportasi darat. Selain itu, hidrogen, biofuel dan berbagai teknologi lainnya dapat digunakan pada sektor tertentu, meskipun masing-masing memiliki tantangan tersendiri.

Peralihan tersebut tidak bisa dilakukan dalam semalam. Dunia membutuhkan jaringan listrik, stasiun pengisian, kendaraan baru dan infrastruktur pendukung dalam jumlah besar.

3. Penerbangan ikut menghadapi tantangan besar Sektor penerbangan menjadi salah satu bidang yang cukup sulit untuk sepenuhnya meninggalkan minyak. Pesawat saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar berbasis minyak.

IEA mencatat penerbangan termasuk salah satu sektor yang berperan dalam permintaan minyak dunia. Dalam berbagai proyeksinya, kebutuhan minyak untuk penerbangan masih menjadi salah satu bagian dari permintaan energi yang sulit digantikan dalam waktu singkat.

Karena itu, jika minyak semakin terbatas, pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan teknologi alternatif akan menjadi semakin penting.

ik, kemasan, tekstil sintetis, ban, deterjen, hingga berbagai komponen produk elektronik. IEA menyebut bahan baku petrokimia menyumbang sekitar 12 persen permintaan minyak global dan penggunaannya berkaitan dengan produksi plastik, pupuk serta berbagai produk lainnya.

Artinya, jika minyak benar-benar tidak tersedia, industri harus mencari bahan baku alternatif. Beberapa produk dapat dibuat menggunakan sumber lain, tetapi prosesnya membutuhkan perubahan teknologi dan rantai produksi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/apa-yang-terjadi-jika-minyak-bumi-habis-ini-6-dampaknya-d9672b7d/.

Baca juga

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan sesi I pagi ini Rabu (30/9/2026). IHSG melaju hijau ke 6.185,37 atau naik 1,04% pada pukul 09.30 WIB.

CNBC Indonesia

4,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo Utara

Menindaklanjuti informasi terpercaya itu, tim gabungan langsung bergerak dan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melaksanakan penyekatan ketat, baik dari sektor darat maupun laut Gorontalo (ANTARA) - Tim gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan Satgas Tombak Pusintelal…

Antara

Semua berita Ekonomi