Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026727 berita

Bosch Ungkap Alasan Mobil Listrik Berisiko Cepat Masuk Tempat RongsokanIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Olahraga

Bosch Ungkap Alasan Mobil Listrik Berisiko Cepat Masuk Tempat Rongsokan

Liputan6 Otomotif 3 menit baca 522 kata
Bosch Ungkap Alasan Mobil Listrik Berisiko Cepat Masuk Tempat Rongsokan — gambar dari Liputan6 Otomotif
Gambar dari Liputan6 Otomotif. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Raksasa pemasok komponen dan teknologi otomotif global, Bosch, melontarkan peringatan terkait masa depan industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Salah satu persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian adalah tingginya biaya perbaikan dan penggantian baterai.

Dilansir dari Motor1, Rabu (30/9/2026), Kepala Bosch Mobility Aftermarket, Rupert Hoellbacher, mengatakan biaya baterai yang terlalu mahal berisiko memperpendek masa pakai mobil listrik secara ekonomis.

Menurutnya, secara teknis kendaraan listrik sebenarnya dapat digunakan selama puluhan tahun. Namun, kondisi tersebut bisa berubah apabila biaya perbaikan komponen utama, khususnya baterai, tetap tinggi setelah masa garansi kendaraan berakhir.

Pemilik mobil listrik berpotensi memilih menjual kendaraan untuk dibongkar atau bahkan membawanya ke tempat penampungan rongsokan (scrap yard) apabila biaya perbaikan sudah lebih mahal dibandingkan nilai kendaraan di pasar.

Baterai merupakan salah satu komponen paling mahal pada kendaraan listrik. Meski demikian, Bosch menilai kerusakan baterai tidak selalu berarti seluruh battery pack harus diganti.

Sejumlah masalah pada baterai dapat ditangani dengan melakukan diagnosis dan memperbaiki modul individual yang mengalami gangguan. Pendekatan tersebut berpotensi memangkas biaya perbaikan dibandingkan mengganti satu unit baterai secara keseluruhan.

Karena itu, keberadaan industri aftermarket dan bengkel independen yang memiliki kemampuan menangani sistem baterai kendaraan listrik dinilai semakin penting.

Bengkel yang dibekali peralatan dan keahlian untuk mendiagnosis serta memperbaiki modul baterai dapat membantu memperpanjang usia kendaraan listrik setelah masa garansi pabrikan berakhir.

"Jika kita gagal membuat perbaikan atau penggantian baterai menjadi lebih menarik secara finansial, masa pakai mobil dipastikan akan menurun. Ini tidak hanya berarti hilangnya potensi pasar purna jual, tetapi juga langkah mundur signifikan bagi praktik bisnis berkelanjutan," ujar Hoellbacher.

Persoalan biaya perbaikan baterai juga berkaitan dengan perkembangan teknologi kendaraan modern. Mobil listrik generasi terbaru semakin dibekali sistem elektronik kompleks dan komponen bertegangan tinggi.

Teknologi tersebut menawarkan berbagai fungsi serta kemampuan baru yang dapat meningkatkan daya tarik kendaraan ketika pertama kali dipasarkan. Namun, kompleksitas teknologi juga membuat aspek perawatan dan perbaikan jangka panjang menjadi perhatian.

Pada akhirnya, usia kendaraan di jalan raya tidak hanya ditentukan oleh ketahanan komponen, tetapi juga seberapa terjangkau biaya pemeliharaan dan perbaikannya.

Tantangan di Balik Perkembangan Mobil Listrik Hal serupa sebenarnya telah terjadi pada kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE). Komponen seperti mesin, transmisi, alternator, hingga berbagai bagian pendukung dapat diperbaiki, dibangun ulang, atau diganti dengan suku cadang aftermarket.

Ekosistem tersebut memungkinkan kendaraan tetap digunakan meski telah berusia cukup tua.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bosch-ungkap-alasan-mobil-listrik-berisiko-cepat-masuk-tempat-04171c45/.

Baca juga

2 Pemain Indonesia yang Diwaspadai Bangladesh!

Timnas Bangladesh akan dijamu Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Tigers of Bengal mewaspadai dua pemain Skuad Garuda. Indonesia vs Bangladesh akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga itu kickoff pada Kamis (1/10/2026), pukul 19.30 WIB.

Detik Sport

Masih Ingat Chris Smalling yang Dulu Bermain untuk MU?

Liputan6.com, Jakarta - Mantan bek Manchester United, Chris Smalling, akhirnya menemukan klub baru setelah beberapa bulan berstatus tanpa klub. Bek tengah berusia 36 tahun itu resmi bergabung dengan Porto, pemuncak klasemen Liga Portugal.

Liputan6 Bola

GAC Akuisisi Saham FAW Toyota, Strategi Baru Mulai Terungkap

Liputan6.com, Jakarta - GAC Group berencana mengambil alih 50 persen saham di perusahaan patungan FAW dan Toyota di China. Langkah ini membuat GAC menggantikan China FAW Group Corporation, sebagai mitra Toyota di perusahaan patungan tersebut, dengan tujuan menyederhanakan…

Liputan6 Otomotif

Semua berita Olahraga