Bukan Enggak Berbakat, Ini yang Bikin Kamu Susah Lancar Nyetir
Liputan6.com, Jakarta - Menguasai keterampilan mengemudi mobil menjadi impian banyak orang. Namun, bagi sebagian pengemudi pemula, proses belajar mengemudi tidak selalu berjalan mulus.
Sudah berulang kali berlatih, tetapi rasa gugup ketika berada di balik kemudi masih muncul. Mobil juga masih terasa sulit dikendalikan, posisi kendaraan belum bisa diperkirakan dengan baik, hingga mesin mobil manual kerap mati atau stalling.
Kondisi tersebut sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan bakat seseorang dalam mengemudi. Ada sejumlah faktor teknis dan mental yang dapat membuat proses adaptasi berlangsung lebih lama.
Dilansir dari laman Daihatsu, Rabu (30/9/2026), terdapat sejumlah kendala yang umum dialami pengemudi pemula sehingga proses belajar mengemudi terasa stagnan.
1. Rasa Takut dan Cemas Berlebihan Rasa takut menjadi salah satu hambatan terbesar bagi pengemudi pemula. Kekhawatiran menabrak kendaraan lain, menyenggol pembatas jalan, atau membuat kemacetan ketika mesin mati dapat memicu kepanikan.
Ketika rasa cemas terlalu tinggi, tubuh cenderung menjadi tegang. Kondisi tersebut dapat membuat gerakan tangan dan kaki menjadi kaku sehingga koordinasi antara pedal, setir, dan pandangan ikut terganggu.
Padahal, ketenangan menjadi salah satu aspek penting ketika belajar mengemudi. Pemula perlu membangun kepercayaan diri secara bertahap, bukan langsung memaksakan diri menghadapi kondisi lalu lintas yang padat.
2. Belajar Tanpa Instruktur Profesional Belajar mengemudi bersama anggota keluarga atau kerabat memang dapat menjadi pilihan. Namun, cara tersebut tidak selalu memberikan suasana belajar yang ideal.
Pendamping yang ikut panik ketika mobil melakukan kesalahan justru dapat meningkatkan tekanan kepada pengemudi pemula. Ekspektasi yang terlalu tinggi juga berpotensi membuat proses belajar menjadi semakin menegangkan.
Sebaliknya, instruktur kursus mengemudi umumnya memiliki pengalaman menghadapi berbagai karakter pengemudi pemula. Pada kendaraan latihan tertentu, tersedia pula pedal tambahan atau dual pedal yang memungkinkan instruktur membantu mengendalikan mobil ketika terjadi situasi darurat.
3. Belum Menemukan Feeling Dimensi Mobil dan Pedal Kemampuan memperkirakan dimensi kendaraan tidak langsung muncul ketika seseorang pertama kali belajar mengemudi. Pengemudi perlu membangun kebiasaan untuk mengetahui posisi bagian depan, belakang, serta sisi kiri dan kanan mobil.
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah terlalu fokus melihat area dekat kap mesin. Padahal, pandangan sebaiknya diarahkan lebih jauh ke depan untuk membantu membaca arah jalur dan posisi kendaraan.
Pada mobil manual, tantangan lainnya adalah menemukan titik gigit kopling atau bite point. Jika pedal kopling dilepas terlalu cepat tanpa koordinasi yang tepat, mesin dapat mati.
Salah satu latihan yang dapat dilakukan adalah mencari bite point di jalan datar dan area yang aman. Pedal kopling dilepas secara perlahan tanpa menginjak pedal gas hingga terasa mobil mulai bergetar halus dan bergerak maju.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bukan-enggak-berbakat-ini-yang-bikin-kamu-susah-lancar-nyetir-1562536f/.
Baca juga
Kabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!
CRISTIANO Ronaldo terancam sanksi berat usai kabur dari pemusatan latihan (pelatnas) Timnas Portugal. Tidak tanggung-tanggung, ia bisa dilarang bermain enam bulan plus denda sekira 1.000 Euro (setara Rp20,2 juta).
2 Pemain Indonesia yang Diwaspadai Bangladesh!
Timnas Bangladesh akan dijamu Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Tigers of Bengal mewaspadai dua pemain Skuad Garuda. Indonesia vs Bangladesh akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga itu kickoff pada Kamis (1/10/2026), pukul 19.30 WIB.
Masih Ingat Chris Smalling yang Dulu Bermain untuk MU?
Liputan6.com, Jakarta - Mantan bek Manchester United, Chris Smalling, akhirnya menemukan klub baru setelah beberapa bulan berstatus tanpa klub. Bek tengah berusia 36 tahun itu resmi bergabung dengan Porto, pemuncak klasemen Liga Portugal.
GAC Akuisisi Saham FAW Toyota, Strategi Baru Mulai Terungkap
Liputan6.com, Jakarta - GAC Group berencana mengambil alih 50 persen saham di perusahaan patungan FAW dan Toyota di China. Langkah ini membuat GAC menggantikan China FAW Group Corporation, sebagai mitra Toyota di perusahaan patungan tersebut, dengan tujuan menyederhanakan…