Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

FPTI puji perjuangan Aditya kendati gagal sabet medaliVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Internasional

FPTI puji perjuangan Aditya kendati gagal sabet medali

Antara 1 menit baca 225 kata
FPTI puji perjuangan Aditya kendati gagal sabet medali — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) tetap mengapresiasi penampilan atlet panjat tebing nasional Aditya Tri Syahria, yang gagal menyumbang medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada babak final nomor speed putra, pada Kamis (1/10).

Menurut Ketua Umum FPTI Yenny Wahid, di Nagoya, Jepang, Sabtu malam, Aditya sudah memenuhi ekspektasi organisasi secara kualitas dan kemampuan. Namun, dia gagal menyumbang medali emas akibat False Start pada babak final.

"Sebetulnya secara catatan waktu, Adit itu yang paling cepat. Jadi ya kemarin false start. Memang ya itu olahraga, seperti itu," tutur Yenny.

FPTI berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi atlet dan tidak terulang. Adit juga diharapkan bisa lebih matang melalui hasil tersebut.

genal kemampuannya, bisa menahan diri dan lebih punya ritme bertanding. Dia catatan waktunya sudah best, tapi ya sedang tidak beruntung. Yang false start bukan cuma dia, tapi atlet China dan Jepang juga. Padahal, tiga atlet itu yang terunggul," ujar Yenny.

FPTI melihat potensi besar Aditya dalam perlombaan, dan bahkan diproyeksikan untuk dikirim membela Merah Putih pada ajang Olimpiade 2028. Oleh sebab itu, penguatan mental atlet menjadi pertimbangan penting bagi FPTI untuk memoles atlet-atlet binaannya agar lebih matang pada ajang kelas dunia.

Pada ajang Asian Games 2026, cabang olahraga panjat tebing hanya berhasil mengamankan medali tunggal. Beruntung, pencapaian tersebut berupa medali emas yang diperoleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang berlomba di nomor speed putri.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/fpti-puji-perjuangan-aditya-kendati-gagal-sabet-medali-bd10f0f8/.

Baca juga

Semua berita Internasional