GP Ansor Dukung Jenderal Suyudi Jadi Kapolri: Punya Pengalaman dan Kemampuan
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharudin mendukung Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru. Addin menilai rekam jejak dan pengalaman Jenderal Suyudi menjadi modal penting untuk memimpin institusi Polri.
"Kita mendukung penuh beliau untuk Kapolri yang baru. Nah, kemudian yang kedua, ya karena memang juga kepangkatan dan prestasi beliau juga cemerlang. Jadi, beliau juga seorang yang komunikatif, yang humble," kata Addin kepada wartawan, Sabtu (3/10/2026).
Addin berharap kepemimpinan Jenderal Suyudi bisa semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Selain itu, juga diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.
"Jadi kita berharap memang dengan tema yang baru mendekatkan diri pada masyarakat, ini betul-betul beliau-beliau ini menjadi apa ya, menjadi Polri yang dicintai oleh masyarakat. Mendapatkan kepercayaan yang penuh, yang pulih, dan tentu dalam situasi seperti ini bisa mengatasi berbagai macam persoalan masyarakat dan bangsa," ungkapnya.
Addin mengatakan Jenderal Suyudi punya pengalaman yang cukup banyak. Di antaranya, kata dia, pernah menjabat sebagai Kapolda Banten serta memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan kemampuan Jenderal Suyudi dalam memimpin. Dia meyakini Jenderal Suyudi sangat mampu memimpin Polri.
"Dengan rekam jejak beliau begitu, kemudian beliau juga dari kesatuan Brimob, beliau punya kemampuan lapangan, punya punya kemampuan memimpin teritorial, jadi perpaduan yang lengkaplah," katanya.
Selain pengalaman, Addin menilai kemampuan komunikasi Jenderal Suyudi menjadi salah satu faktor penting dalam kepemimpinannya. Dia menegaskan dukungannya terhadap Jenderal Suyudi.
"Ditambah kemudian komunikasi yang humble, nah semua orang dekat, nah itu menjadi modal yang sangat penting," tuturnya.
"Jadi beliau pemimpin yang cerdas, yang punya pengalaman, yang trek yang panjang begitu. Kita mendukung penuh," imbuh dia.
Diketahui, Jenderal Suyudi resmi menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Komisi III DPR telah melakukan uji kelayakan terhadap Jenderal Suyudi.
Kemudian, hasil uji kelayakan tersebut disahkan dalam rapat paripurna DPR. Presiden Prabowo Subianto kemudian melantik Jenderal Suyudi sebagai Kapolri, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10).
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/gp-ansor-dukung-jenderal-suyudi-jadi-kapolri-punya-pengalaman-dan-cef73e06/.
Baca juga
Masuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas Prabowo
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan mengatakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto akan menjadi fokus utama kerjanya setelah dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya
Jakarta (ANTARA) - Hampir setiap orang pernah membuat tanda tangan. Saat membuka rekening, mengurus dokumen, menerima paket, menandatangani surat, hingga mengurus berbagai keperluan administrasi, coretan kecil yang satu ini bisa tiba-tiba menjadi sangat penting.
PB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasional
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menjajaki pembentukan federasi pencak silat di Hong Kong untuk memperluas basis pengembangan olahraga bela diri tersebut di tingkat internasional.
Saat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi Kapolri
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kini menduduki kursi di pucuk tertinggi Polri. Momen Suyudi mencapai puncak kariernya sebagai polisi disaksikan oleh ibunya.