Lewati ke konten

Rabu, 30 September 2026188 berita

Gurun Terkering Dunia di Chile Berubah Jadi Padang Bunga BermekaranWamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Nasional

Gurun Terkering Dunia di Chile Berubah Jadi Padang Bunga Bermekaran

CNN Indonesia 1 menit baca 298 kata
Gurun Terkering Dunia di Chile Berubah Jadi Padang Bunga Bermekaran — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Gurun Atacama di Chile utara, salah satu wilayah terkering di dunia, berubah menjadi hamparan bunga berwarna ungu dan putih setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut.

Fenomena yang dikenal sebagai "gurun berbunga" itu membuat lanskap Atacama yang biasanya tandus dipenuhi vegetasi.

Pemandangan langka ini juga menarik banyak pengunjung yang datang untuk melihat dan mengabadikan bunga-bunga tersebut.

Di bawah permukaan tanah Atacama, terdapat biji dan umbi dari sekitar 200 spesies tumbuhan. Biji dan umbi itu dapat bertahan dalam kondisi dorman untuk waktu yang lama dan menunggu kondisi lingkungan yang tepat untuk tumbuh.

Hujan deras yang berkaitan dengan fenomena iklim El Nino membuat sebagian tumbuhan tersebut kembali berkecambah dan berbunga.

"Curah hujan di beberapa wilayah melebihi 180 milimeter. Jumlah ini belum pernah tercatat sebelumnya," kata manajer keanekaragaman hayati Atacama di Perusahaan Kehutanan Nasional Chile (Conaf), Cesar Pizarro, kepada AFP.

Curah hujan tinggi membuat air meresap lebih dalam ke dalam pasir. Kondisi tersebut kemudian memungkinkan vegetasi tumbuh di kawasan cagar alam yang berada sekitar 800 kilometer di utara Santiago.

Conaf memperkirakan fenomena gurun berbunga akan mencapai puncaknya pada Oktober. Lembaga itu juga memperkirakan sekitar 15.000 hektare lahan dapat tertutup bunga.

Dipicu Fenomena El Nino Kemunculan bunga-bunga tersebut terjadi setelah periode hujan intens yang berkaitan dengan El Nino.

El Nino merupakan fenomena iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah Pasifik ekuatorial bagian tengah dan timur.

Pemanasan tersebut dapat mengubah pola angin dan curah hujan di berbagai wilayah dunia. Fenomena ini juga dapat memicu cuaca ekstrem.

Episode El Nino saat ini disebut berpotensi menjadi salah satu yang paling kuat sejak pencatatan dengan metode yang sebanding dimulai sekitar empat dekade lalu.

Namun, hujan deras yang mengguyur Chile pada Juli juga menimbulkan dampak serius.

Setidaknya 13 orang meninggal dunia. Selain itu, sekitar 4.000 rumah hancur atau mengalami kerusakan parah akibat cuaca ekstrem tersebut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/gurun-terkering-dunia-di-chile-berubah-jadi-padang-bunga-bermekaran-b2e94f8f/.

Baca juga

Hari Statistik Nasional 2026, PLN Terima Apresiasi dari BPS RI

Konsistensi PT PLN (Persero) mendukung penguatan kualitas data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) menerima penghargaan kategori Perusahaan/Asosiasi dalam ajang "Sinergi Cepat untuk Statistik Akurat" pada peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 di Jakarta,…

CNN Indonesia

Semua berita Nasional