Harga Batu Bara Kinclong, RI Malah Terancam Buntung-Bukan Untung!
Harga Batu Bara Kinclong, RI Malah Terancam Buntung-Bukan Untung!
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali mendekati US$150 per ton. Kebutuhan listrik India yang meningkat dan pengiriman dari Indonesia yang tersendat menopang penguatan, sementara pembeli China masih menahan aktivitas menjelang liburan.
Kontrak batu bara Newcastle NCFMc2 menutup perdagangan Jumat (2/10/2026) di US$149,55 per ton. Harga naik US$5,80 atau 4,03% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di US$143,75.
Batu bara menguat dalam empat dari lima hari perdagangan. Lonjakan terbesar terjadi pada Senin sebesar 2,50%, kemudian kenaikan 1,49% pada Kamis membawa harga semakin dekat ke US$150.
Kebutuhan Listrik India Menguras Persediaan Konsumsi listrik India pada September meningkat 11,3% secara tahunan menjadi 162 miliar unit. Penggunaan pendingin ruangan dan kebutuhan irigasi meningkat di tengah rendahnya curah hujan.
Minimnya hujan juga mengurangi produksi listrik pembangkit hidro. Pembangkit termal harus bekerja lebih keras untuk menutup kekurangan tersebut, sehingga kebutuhan batu bara tetap tinggi.
Persediaan pembangkit ikut tertekan. Laporan yang terbit pada 29 September menyebut stok batu bara berada pada tingkat kritis di 77 dari 190 pembangkit termal India. Kondisi ini berpotensi mendorong pembelian untuk mengisi kembali persediaan.
Meski demikian, kebutuhan tambahan tidak otomatis dipenuhi melalui impor. Produksi Coal India pada September naik 9,2%. Pasokan domestik yang meningkat dapat membatasi pembelian dari luar negeri.
Sungai Kalimantan Menghambat Pengiriman Indonesia menghadapi kendala pengangkutan ketika kebutuhan pasokan masih tinggi. Kekeringan yang diperparah El Niño menurunkan permukaan air sungai di Kalimantan dan mengganggu perjalanan tongkang batu bara.
Laporan pada 2 Oktober kembali menyoroti hambatan tersebut. Sungai yang dangkal membatasi muatan kapal dan memperlambat pengiriman menuju pelabuhan ekspor.
Keterlambatan pengiriman dapat mendorong pembeli mencari kargo pengganti dari negara lain, sekaligus menopang harga internasional.
Namun, produsen Indonesia belum tentu menikmati seluruh keuntungan dari kenaikan harga. Kapasitas angkut yang berkurang juga meningkatkan biaya logistik dan menunda penjualan.
China Masih Menahan Pembelian Permintaan dari China belum memberikan dorongan serupa. Laporan pasar APBI yang dipublikasikan pekan ini menunjukkan pembeli China mengurangi aktivitas menjelang libur Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional.
Pasar akan mencermati pembelian setelah liburan. Permintaan yang kembali meningkat dapat memperkuat harga, terutama jika pengiriman Indonesia masih terganggu.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/harga-batu-bara-kinclong-ri-malah-terancam-buntung-bukan-untung-2f507c7a/.
Baca juga
Nama Israel Houghton Masuk dalam Pemantauan Imigrasi, Visa Bakal Ditolak
Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan belum menerima permohonan visa dari musikus asal Amerika Serikat (AS) Israel Houghton terkait rencana konsernya di Jakarta. Imigrasi menegaskan bakal menolak visa Israel Houghton jika mengajukan permohonan.
Imigrasi Tolak Terbitkan Visa Musisi AS Israel Houghton ke RI
Indonesia akan menolak menerbitkan visa musisi Israel Houghton jika mengajukan permohonan masuk ke Tanah Air.
Rusia Bantah Kematian Teknisi Lab Akibat Wabah Pes Lepas, Bilang Cuma Rumor
Rusia membantah laporan menyebut seorang teknisi laboratorium di wilayah Siberia meninggal dunia akibat wabah atau pes yang belum dikenal . Pemeriksaan setelah kematian tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan penyakit tersebut.
Jadwal Tayang dan Sinopsis Shadow Punisher Dracin Luo Yunxi
Shadow Punisher menjadi drama China terbaru dibintangi Luo Yunxi. Dalam costume drama ini, ia tampil sebagai sosok cerdas yang diam-diam menyusup untuk mengungkap rahasia istana.