Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Harga Minyak Jatuh, Pasokan 100 Juta Barel dari G7 Siap Masuk PasarIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Internasional

Harga Minyak Jatuh, Pasokan 100 Juta Barel dari G7 Siap Masuk Pasar

CNBC Indonesia 4 menit baca 745 kata
Harga Minyak Jatuh, Pasokan 100 Juta Barel dari G7 Siap Masuk Pasar — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Harga Minyak Jatuh, Pasokan 100 Juta Barel dari G7 Siap Masuk Pasar Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah dunia kembali turun pada akhir pekan. Keputusan negara-negara maju melepas cadangan minyak dan diesel darurat memberi harapan tambahan pasokan di tengah pasar energi global yang masih ketat.

Melansir Refinitiv, pada perdagangan Jumat (2/10/2026), harga minyak Brent turun tipis 0,06% menjadi US$102,25 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) jatuh lebih dalam 1,90% menjadi US$91,11 per barel.

Dalam sepekan, kedua harga minyak acuan dunia sama-sama melemah. Brent terkoreksi 1,98%, sedangkan WTI turun 1,41%.

Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah negara-negara Kelompok Tujuh atau G7 sepakat untuk melepas sekitar 100 juta barel minyak mentah dan diesel dari cadangan darurat yang mereka punya.

Kesepakatan tersebut muncul setelah Amerika Serikat (AS) mendorong negara-negara Eropa ikut melepas stok diesel untuk membantu meredakan lonjakan harga bahan bakar.

Pelepasan cadangan akan dimulai segera dan berlangsung selama empat bulan. Sebagian besar diesel akan dilepas dalam 20 hari pertama, meski belum ada rincian berapa banyak minyak dan diesel yang akan dikeluarkan masing-masing negara.

Sebelumnya, Prancis mengusulkan agar negara-negara Eropa melepas 50 juta barel diesel dan anggota International Energy Agency (IEA) mengeluarkan tambahan 50 juta barel minyak mentah.

"Negara-negara Eropa memiliki banyak diesel dan mereka akan memberikan kontribusi besar bagi dunia, begitu juga kami," ujar Presiden AS Donald Trump, dikutip dari Reuters.

Trump sebelumnya sempat mempertimbangkan pembatasan ekspor diesel AS. Namun, setelah kesepakatan tersebut, ia mengatakan pemerintah AS tidak akan menerapkan larangan ekspor diesel.

Langkah tersebut langsung memberi tekanan pada pasar energi. Harga diesel berjangka di AS turun, sementara harga diesel acuan Eropa juga merosot setelah rencana pelepasan stok mulai beredar.

Masalah Minyak Bergeser ke Diesel Pasar energi global saat ini menghadapi kondisi yang sedikit berbeda dibandingkan beberapa bulan lalu.

Aliran minyak mentah dari Timur Tengah mulai membaik. Namun, pasokan produk hasil olahan seperti diesel masih ketat karena kapasitas kilang dan produksi di Timur Tengah serta Rusia berkurang.

Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, menilai tekanan utama pasar energi kini mulai bergeser.

"Tekanan utama pasar energi bukan lagi ketersediaan minyak mentah, melainkan pasokan produk olahan," ujar Hansen, dikutip dari Reuters.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/harga-minyak-jatuh-pasokan-100-juta-barel-dari-g7-siap-masuk-pasar-f05c48e1/.

Baca juga

Semua berita Internasional