Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

ITB: Teknologi ABS Bisa Tekan Angka Kematian Akibat Kecelakaan MotorVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Olahraga

ITB: Teknologi ABS Bisa Tekan Angka Kematian Akibat Kecelakaan Motor

CNN Otomotif 2 menit baca 424 kata
ITB: Teknologi ABS Bisa Tekan Angka Kematian Akibat Kecelakaan Motor — gambar dari CNN Otomotif
Gambar dari CNN Otomotif. Ringkasan oleh Zona News.

Institut Teknologi Bandung (ITB) menilai Indonesia menghadapi tantangan besar untuk mencapai target pemerintah menurunkan angka kematian akibat kecelakaan jalan raya menjadi 15.160 orang pada 2030. Teknologi pengereman ABS pada motor bisa jadi solusi.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan institusi pendidikan tersebut, tercatat ada 26.839 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2024. Jumlah ini naik 6,2 persen dibandingkan 2021.

Peneliti ITB Sony Sulaksono Wibowo mengatakan, upaya meningkatkan keselamatan perlu dimulai dengan mengatasi potensi bahaya, termasuk yang berasal dari kendaraan.

Sepeda motor menjadi perhatian penting karena berperan besar dalam mobilitas masyarakat sekaligus tingginya keterlibatan kendaraan roda dua dalam kecelakaan.

"Keselamatan itu dari akar, memperbaiki hazard. Potensi hazard dari roda dua adalah kendaraannya. Makanya kami dari ITB mencoba melakukan kajian sistem keselamatan," kata Peneliti ITB, Sony Sulaksono Wibowo pada Minggu (4/10), dilansir Antara.

Data yang disampaikan dalam kajian tersebut menunjukkan, sepeda motor mencakup 84 persen kendaraan terdaftar di Indonesia. Adapun sekitar 73 persen dari 149 ribu lebih kecelakaan yang terjadi setiap tahun, melibatkan kendaraan roda dua.

Teknologi pengereman ABS bisa jadi solusi ITB menyoroti teknologi pengereman sebagai salah satu intervensi untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Kajian tersebut membandingkan Combined Braking System (CBS) dan Anti-lock Braking System (ABS). CBS menyalurkan gaya pengereman ke roda depan dan belakang secara bersamaan, tetapi tidak mencegah roda terkunci.

Di sisi lain, ABS mengatur tekanan pengereman secara otomatis agar roda tidak terkunci saat pengendara mengerem keras, sehingga kendali kendaraan lebih terjaga.

Teknologi ABS penting karena respons pengereman menjadi krusial dalam situasi darurat. Roda sepeda motor dapat terkunci dalam waktu kurang dari 0,2 detik, sedangkan manusia rata-rata membutuhkan sekitar 0,75 detik untuk bereaksi dalam kondisi panik.

ITB pun menyusun dua skenario penerapan teknologi mulai 2027. Skenario pertama mewajibkan ABS untuk sepeda motor berkapasitas di atas 125 cc, sedangkan sepeda motor 125 cc ke bawah menggunakan ABS atau CBS. Dalam skenario kedua, seluruh sepeda motor baru dilengkapi ABS.

Kelompok sepeda motor berkapasitas 125 cc ke bawah mencakup 76 persen armada nasional. Riset memperkirakan, penerapan teknologi pengereman pada motor baru dapat mencegah 26.679 hingga 111.163 kematian sampai 2045, tergantung pada skenario yang dipilih.

Sebaliknya, tanpa perubahan, angka kematian diproyeksikan mencapai 31.733 jiwa per tahun pada 2045, jauh di atas target 11.679 jiwa.

Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto menyebut, ABS dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi kecelakaan sepeda motor.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/itb-teknologi-abs-bisa-tekan-angka-kematian-akibat-kecelakaan-motor-0725f22b/.

Baca juga

Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Timnas Indonesia Kevin Diks setelah Indonesia keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung…

Antara

Semua berita Olahraga