Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026727 berita

Jembatan Darurat Hambat Petani, Mesak Mbura Dorong Akses Pertanian Kupang Segera DibenahiIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Ekonomi

Jembatan Darurat Hambat Petani, Mesak Mbura Dorong Akses Pertanian Kupang Segera Dibenahi

Okezone 1 menit baca 244 kata
Jembatan Darurat Hambat Petani, Mesak Mbura Dorong Akses Pertanian Kupang Segera Dibenahi — gambar dari Okezone
Gambar dari Okezone. Ringkasan oleh Zona News.

KUPANG - Potensi pertanian di kawasan Olifeo, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum bisa dioptimalkan karena akses menuju lahan masih terkendala jembatan darurat. Perbaikan jembatan dinilai mendesak agar alat pertanian dapat masuk dan lahan yang belum produktif bisa dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo Mesak Nikodemus J. Mbura mendorong pemerintah segera membenahi akses tersebut. Menurutnya, kondisi jembatan saat ini menyulitkan petani membawa alat pertanian ke kawasan Olifeo, sehingga pengolahan lahan belum berjalan maksimal.

“Untuk bisa dibawa ke Olifeo, hand tractor dipreteli dulu baru dipikul menyeberangi sungai,” ujar legislator yang duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Kupang ini, Kamis (1/10/2026).

Mesak mengatakan, persoalan akses perlu segera ditangani karena kawasan Olifeo memiliki lahan pertanian yang cukup potensial. Jika jembatan sudah layak dilalui, petani akan lebih mudah membawa alat dan sarana produksi untuk mengolah lahan yang selama ini belum dimanfaatkan.

“Kalau kondisi jembatan sudah bagus, lahan tidur yang belum diolah bisa dioptimalkan petani untuk menunjang program pemerintah soal ketahanan pangan,” tutur Sarjana Teknik dan Sarjana Hukum lulusan Universitas Persatuan Guru 1945 NTT ini.

Saat ini, lanjut Mesak, sekitar 72 kepala keluarga mengolah lahan sawah seluas kurang lebih 41,5 hektare di kawasan Olifeo. Pengembangan kawasan tersebut tidak cukup hanya dengan memperbaiki jembatan, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan infrastruktur pertanian lainnya.

“Untuk mengoptimalkan lahan itu perlu pencetakan sawah baru, pembuatan jalan tani, traktor roda empat, terutama jembatan penyeberangan. Untuk jangka panjangnya perlu irigasi juga,” kata Mesak.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/jembatan-darurat-hambat-petani-mesak-mbura-dorong-akses-pertanian-a1828f7e/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi