Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Kebut Swasembada Susu, Pemerintah Targetkan Penambahan 600 Ribu Sapi PerahIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Ekonomi

Kebut Swasembada Susu, Pemerintah Targetkan Penambahan 600 Ribu Sapi Perah

Detik 3 menit baca 695 kata
Kebut Swasembada Susu, Pemerintah Targetkan Penambahan 600 Ribu Sapi Perah — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah memprioritaskan produksi susu peternak dalam negeri. Langkah ini dilakukan guna mempercepat pencapaian target swasembada susu nasional.

Untuk mendukung target tersebut, Kementan menargetkan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga tahun 2029. Selain itu, pemerintah turut memperkuat peran koperasi, penyediaan pakan, skema pembiayaan, hingga jaminan penyerapan hasil susu peternak.

"Selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Jum'at (2/10/2026).

Komitmen tersebut menjadi landasan Kementan dalam membangun ekosistem persusuan yang tidak hanya berfokus pada penambahan populasi sapi, tetapi juga memastikan peternak memiliki kemampuan meningkatkan produksi dan mendapatkan kepastian pasar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan produksi susu segar dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan industri persusuan sekaligus pentingnya memperkuat peternakan rakyat.

"Kita masih membutuhkan penambahan sapi perah dalam jumlah besar. Tetapi yang dibangun bukan hanya populasinya. Produktivitas, kesehatan hewan, pakan, pembiayaan, sampai kepastian penyerapan susu peternak juga harus disiapkan bersama," tutur Agung.

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (28/9).

Menurut Agung, pemerintah menargetkan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029. Penambahan populasi tersebut diharapkan memperkuat produksi susu nasional sehingga pada 2030 ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara signifikan.

Pemerintah juga menyiapkan skema dukungan bagi peternak mencakup uang muka pembelian sapi, asuransi, kandang, dan alat perah untuk mempercepat penambahan populasi. Sebagian kebutuhan pembiayaan bahkan dapat menggunakan skema perbankan.

"Kita ingin peternak bisa menambah sapi tanpa harus menanggung seluruh biaya di awal. Karena itu, pemerintah menyiapkan skema dukungan yang lebih sesuai dengan karakter usaha sapi perah," ungkapnya.

Agung menegaskan peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan kepastian pasar. Menurutnya, peternak tidak boleh menghadapi persoalan penyerapan ketika produksi susu meningkat.

"Tidak boleh ada susu segar peternak yang tidak terserap. Kalau produksi ditingkatkan, industri dan pasarnya juga harus siap. Peternak perlu mendapat kepastian bahwa susu yang mereka hasilkan memiliki pasar," tegas Agung.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) mengatakan penguatan koperasi menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian susu nasional. Koperasi memiliki posisi strategis dalam menghubungkan peternak dengan industri sekaligus memperkuat rantai pasok susu.

"Kami ingin melihat bagaimana rantai pasok susu berjalan, apa yang masih menjadi hambatan, serta dukungan apa yang diperlukan agar peternak, koperasi, industri, dan pemerintah dapat bergerak dalam satu ekosistem yang saling memperkuat," ujar Titiek.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kebut-swasembada-susu-pemerintah-targetkan-penambahan-600-ribu-sapi-02384020/.

Baca juga

Dari Dusun Bambu ke EIGER Nature: Menteri LH Dorong Ekowisata

Pengembangan inisiatif berbasis alam yang memadukan pemulihan lingkungan, aktivitas ekonomi, edukasi, dan keterlibatan masyarakat mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat dalam kunjungannya ke Dusun…

Detik

Semua berita Ekonomi