Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Kenapa tumit sering pecah-pecah? Ini penyebab dan cara merawatnyaIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Nasional

Kenapa tumit sering pecah-pecah? Ini penyebab dan cara merawatnya

Antara 3 menit baca 563 kata
Kenapa tumit sering pecah-pecah? Ini penyebab dan cara merawatnya — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Jakarta (ANTARA) - Tumit pecah-pecah merupakan masalah kulit yang cukup umum dan dapat membuat kaki terasa kasar, perih bahkan sakit ketika digunakan berjalan. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kulit kehilangan kelembapan dan menjadi lebih tebal, sehingga tekanan pada tumit membuat permukaannya mudah retak.

Kulit tumit memang menerima tekanan cukup besar setiap hari karena digunakan untuk menopang tubuh saat berdiri dan berjalan. Ketika kulit menjadi kering dan kurang elastis, retakan atau fissure dapat terbentuk dan pada kondisi yang lebih parah bisa menjadi dalam hingga berdarah.

Lantas, apa saja yang menyebabkan tumit sering pecah-pecah dan bagaimana cara merawatnya? Ini penjelasannya.

Penyebab tumit pecah-pecah 1. Kulit kering Penyebab yang paling umum adalah kulit yang terlalu kering. Ketika kulit kehilangan banyak kelembapan, permukaannya menjadi kasar dan dapat mengelupas. Kondisi tersebut kemudian membuat kulit lebih mudah retak akibat tekanan pada tumit.

Kurangnya kelembapan juga dapat membuat kulit kehilangan elastisitas sehingga retakan semakin mudah terbentuk.

2. Tekanan dan gesekan pada tumit Tumit menerima tekanan berulang ketika seseorang berdiri atau berjalan. Gesekan dengan alas kaki juga dapat memperparah kondisi kulit, terutama apabila sepatu tidak sesuai atau bagian tumit sering bergesekan dengan permukaannya.

t. Kondisi ini dapat memperburuk tumit yang sudah kering dan pecah-pecah.

4. Kebiasaan mandi terlalu lama Berendam atau mandi terlalu lama dapat membuat kulit semakin kering, terutama apabila menggunakan air yang terlalu panas. Kulit yang kehilangan kelembapan lebih mudah mengalami kekeringan dan retak.

5. Faktor usia Seiring bertambahnya usia, kulit mengalami perubahan, termasuk berkurangnya produksi minyak alami dan perubahan ketebalan kulit. Kondisi tersebut dapat membuat kulit lebih mudah kering sehingga risiko tumit pecah-pecah meningkat.

6. Kondisi kesehatan tertentu Tumit pecah-pecah yang berat atau terus berulang terkadang dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti eksim, psoriasis, infeksi jamur atau diabetes. Karena itu, retakan yang tidak kunjung membaik sebaiknya tidak hanya ditangani sebagai masalah kulit kering biasa.

acid dapat membantu melembutkan kulit yang menebal sekaligus mempertahankan kelembapan.

Pelembap dapat digunakan setiap kali tumit terasa kering agar kondisi kulit tetap terjaga.

2. Gunakan petroleum jelly sebelum tidur Petroleum jelly dapat digunakan pada malam hari untuk membantu mengunci kelembapan pada kulit. Setelah mengoleskannya, penggunaan kaus kaki dapat membantu menjaga produk tetap berada di kulit sepanjang malam.

3. Jangan menggosok tumit terlalu keras Kulit yang menebal memang dapat membuat seseorang ingin mengikisnya dengan batu apung atau alat pengikis. Namun, penggunaan alat tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kenapa-tumit-sering-pecah-pecah-ini-penyebab-dan-cara-merawatnya-fbbc614d/.

Baca juga

Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya

Jakarta (ANTARA) - Hampir setiap orang pernah membuat tanda tangan. Saat membuka rekening, mengurus dokumen, menerima paket, menandatangani surat, hingga mengurus berbagai keperluan administrasi, coretan kecil yang satu ini bisa tiba-tiba menjadi sangat penting.

Antara

Semua berita Nasional