Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026727 berita

Krisis Perekrutan, Eks PM Israel Wanti-wanti IDF Terancam KolapsIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Internasional

Krisis Perekrutan, Eks PM Israel Wanti-wanti IDF Terancam Kolaps

CNN Internasional 1 menit baca 203 kata
Krisis Perekrutan, Eks PM Israel Wanti-wanti IDF Terancam Kolaps — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, memperingatkan bahwa militer Israel atau IDF menghadapi risiko kolaps akibat kekurangan personel.

Ia menilai krisis perekrutan semakin serius di tengah perdebatan mengenai wajib militer bagi warga Yahudi ultra-Ortodoks atau Haredi.

Bennett menyampaikan peringatan tersebut dalam wawancara dengan Channel 12 Israel pada Selasa (29/9). Ia menyebut kondisi kekurangan tentara sebagai "peringatan keamanan strategis yang serius".

Bennet menilai IDF tidak memiliki cukup personel untuk menghadapi seluruh ancaman yang disebut pemerintah.

Menurut Bennett, konflik yang berlangsung dalam waktu lama telah membuat para tentara kelelahan dan menurunkan kesiapan operasional militer.

Ia juga menambahkan bahwa kekurangan personel membuat pasukan Israel dalam sejumlah kondisi harus meninggalkan posisi yang sebelumnya berhasil mereka kuasai.

Menurutnya, militer tidak selalu memiliki cukup pasukan untuk mempertahankan posisi tersebut.

Bennett kemudian mengkritik yang ia sebut sebagai dukungan pemerintah untuk "menghindari wajib militer".

Ia juga mengatakan bahwa siapa pun yang memilih koalisi pendukung pendekatan ini "secara langsung menentang tentara Israel".

Bennet bahkan mengaitkan persoalan tersebut dengan ancaman keamanan yang sebelumnya disampaikan Netanyahu.

"Netanyahu sekarang memperingatkan bahwa musuh-musuh Israel sedang merencanakan serangan. Namun, selama dia terus mendorong penghindaran wajib militer secara massal dan berkontribusi pada runtuhnya tentara Israel, siapa sebenarnya yang akan melawan mereka?" ujar Bennett, seperti dilaporkan Middle East Monitor.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/krisis-perekrutan-eks-pm-israel-wanti-wanti-idf-terancam-kolaps-1048ae7f/.

Baca juga

Semua berita Internasional