Larangan Mobil China Berpotensi Seret Mercedes Keluar Pasar AS
Rancangan undang-undang (RUU) larangan permanen kendaraan China di Amerika Serikat berpotensi menyeret Mercedes-Benz keluar dari pasar AS.
RUU yang disetujui Komite Perdagangan Senat AS pada Juli itu melarang perusahaan dengan kepemilikan entitas China lebih dari 15 persen menjual kendaraan di AS. Sementara itu, Mercedes-Benz memiliki hampir 20 persen kepemilikan pasif dari entitas China.
Meski begitu, salah satu pengusung RUU, Senator Republik Bernie Moreno, menegaskan pabrikan Jerman itu tidak akan dilarang berjualan di AS.
"Yang tidak akan kami lakukan, tentu saja, adalah melarang kendaraan Mercedes-Benz di Amerika," kata Moreno, dikutip Reuters, Selasa (29/9).
Ia menambahkan, "ada kekhawatiran, bisakah mereka mencapai 15 persen tanpa melumpuhkan perusahaan mereka?" Ditunda ke November Moreno semula berencana mengajukan persetujuan jalur cepat pekan ini, sebelum Senat reses menjelang pemilu Kongres November.
Staf Kongres pada Rabu (30/9) menyebut Moreno dan pengusung utama lainnya, Senator Demokrat Elissa Slotkin, baru akan mengajukan persetujuan setelah Senat kembali dari reses pada November.
Menurut Slotkin, seluruh senator Demokrat mendukung RUU ini dan hanya Senator Republik Rand Paul yang menentang.
"Sepemahaman saya, 99 banding 1," ujarnya.
Para pendukung RUU gagal menjawab keberatan Paul, yang menilai RUU ini secara tidak adil menyasar Mercedes-Benz.
"Jika mereka mengeluarkannya dari RUU, saya sudah bilang kepada mereka bahwa RUU itu bisa jalan. Mereka harus mengeluarkannya. Sebuah RUU tidak semestinya menyerang satu perusahaan secara langsung," tutur Paul.
Moreno juga menyebut ada pembahasan agar Volvo Cars, yang mayoritas dimiliki Geely Holding asal China, tetap bisa berjualan di AS. Aston Martin dan Lotus, yang masing-masing 17 persen dan mayoritas sahamnya dimiliki Geely, juga bisa terkena larangan.
Tudingan ke GM Saat RUU disetujui komite pada Juli, Ketua Komite Perdagangan Senat Ted Cruz memperingatkan ketentuan 15 persen akan melarang Mercedes-Benz berjualan di AS dan menyebut RUU perlu diubah sebelum menjadi undang-undang.
Cruz juga menuding General Motors (GM) mendorong ketentuan tersebut untuk menyingkirkan Mercedes-Benz dari pasar dan membuat merek Cadillac lebih kompetitif.
Mercedes-Benz dan GM saat itu belum menanggapi permintaan komentar. Moreno kala itu menyebut Mercedes-Benz punya waktu hingga 2030 untuk memenuhi ketentuan dan bisa mendapat pengecualian bila diperlukan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/larangan-mobil-china-berpotensi-seret-mercedes-keluar-pasar-as-642dcc43/.
Baca juga
Kabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!
CRISTIANO Ronaldo terancam sanksi berat usai kabur dari pemusatan latihan (pelatnas) Timnas Portugal. Tidak tanggung-tanggung, ia bisa dilarang bermain enam bulan plus denda sekira 1.000 Euro (setara Rp20,2 juta).
2 Pemain Indonesia yang Diwaspadai Bangladesh!
Timnas Bangladesh akan dijamu Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Tigers of Bengal mewaspadai dua pemain Skuad Garuda. Indonesia vs Bangladesh akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga itu kickoff pada Kamis (1/10/2026), pukul 19.30 WIB.
Masih Ingat Chris Smalling yang Dulu Bermain untuk MU?
Liputan6.com, Jakarta - Mantan bek Manchester United, Chris Smalling, akhirnya menemukan klub baru setelah beberapa bulan berstatus tanpa klub. Bek tengah berusia 36 tahun itu resmi bergabung dengan Porto, pemuncak klasemen Liga Portugal.
GAC Akuisisi Saham FAW Toyota, Strategi Baru Mulai Terungkap
Liputan6.com, Jakarta - GAC Group berencana mengambil alih 50 persen saham di perusahaan patungan FAW dan Toyota di China. Langkah ini membuat GAC menggantikan China FAW Group Corporation, sebagai mitra Toyota di perusahaan patungan tersebut, dengan tujuan menyederhanakan…