Lewati ke konten

Rabu, 30 September 2026188 berita

Menyepelekan yang Penting dan Mementingkan yang SepeleWamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Ekonomi

Menyepelekan yang Penting dan Mementingkan yang Sepele

CNBC Indonesia 4 menit baca 793 kata
Menyepelekan yang Penting dan Mementingkan yang Sepele — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Menyepelekan yang Penting dan Mementingkan yang Sepele Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com Saat penulis mengetik prompt di GoogleAI, juga CopilotAI: "Bagaimana terjadinya kasus: "Egg vs Kylie Jenner" di Instagram 2019?", diperoleh uraian yang serupa. Disebutkan, pada 4 Januari 2019 sebuah akun bernama @world_record_egg mengunggah foto sebutir telur cokelat berlatar belakang putih.

Lalu diadakan tantangan terbuka, dengan kalimat, "Ayo kita buat rekor dunia bersama-sama dan dapatkan unggahan yang paling disukai di Instagram. Kalahkan rekor dunia saat ini yang dipegang oleh Kylie Jenner, sebanyak 18 juta! Kita pasti bisa." Tersirat, konteks tantangan itu adalah dicapainya rekor oleh Kylie Jenner. Pesohor yang pada Februari 2018 menggungah foto tangan bayi perempuannya, Stormi Webster. Dan dalam waktu 11 bulan berikutnya, diperoleh likes tak kurang dari 18 juta.

Tantangan di atas untuk melampuinya, dan khalayak menyambut. Unggahan telur World Record Egg menjadi viral. Khalayak dari seluruh dunia beramai-ramai membagikan dan menekan tombol like. Kurang dari 10 hari --pada 14 Januari 2019-- rekor terpecahkan.

Sebanyak 18 juta likes pada foto yang diunggah Kylie Jenner, terlampaui. Bahkan antusismenya berlanjut, hingga mencapai lebih dari 50 juta likes. Melihat itu, Kylie Jenner menanggapainya dengan santai. Diperlihatkan lewat videonya di Instagram, dirinya memecahkan telur ayam di atas jalanan yang panas.

Banyak analisis yang kemudian muncul. Salah satunya, The Guardian pada 14 Januari 2019, lewat "How an Egg Beat Kylie Jenner at Her Own Instagram Game". Pangkal dilampauinya rekor menurut media ini, lantaran terjadinya disruption of hierarchy.

Terjadi saat ketersohoran ikon pop culture dunia itu, diruntuhkan oleh sebutir telur. Bukan unggahan hebat, bahkan gambarnya bersumber dari penyedia foto gratis. 'Gangguan kasta' --itupun ketika tak disebut sebagai keruntuhan- terjadi saat yang semula dianggap penting, digulingkan oleh yang sepele. Khalayak yang menyebut diri sebagai #EggSoldiers, memilih gambar yang sangat biasa demi menggulingkan Kylie Jenner. Lantaran muak oleh kehadirannya di mana-mana.

Sedangkan Orit Gat, 2019, lewat "How the Instagram Egg Broke the Internet and Became a Study in Exhaustion", menyebutkan telah terjadinya kelelahan pada budaya di media sosial. Disebutkannya, hanya sedikit kesamaan di dalam populasi orang yang memberikan notasi like pada unggahan telur itu.

Berupa rasa mudah, dan risiko yang rendah saat memberi notasi like. Ini mengindikasikan pencarian jeda oleh khayalak, setelah menghabiskan banyak waktu di depan layar. Telah banyak pernyataan yang menyebut, media sosial --maupun ruang digital berbasis internet lainnya-- menjadi ruang yang bising. Di dalamnya terjadi hipersirkulasi kekacauan, lelucon, cuplikan suara, yang menyebabkan kelelahan. Maka apa sulit dan risiko, saat memberi like pada yang sepele?

Hal sepele yang menggulingkan sesuatu yang semula dianggap penting, juga kerap dikaitkan dengan fenomena bike-shedding effect. Fenomena ini juga disebut Parkinson's Law of Triviality, Hukum Trivialitas Parkinson. Uraian bekerjanya hukum yang digagas Cyril Northcote Parkinson --sejarawan yang juga penulis-- pada tahun 1950-an ini, di antaranya disajikan blog Farnam Street, 2020. Judulnya, "Why We Focus on Trivial Things: The Bikeshed Effect".

Disebutkannya, terdapat fenomena ganjil yang menjangkiti manusia. Ini berupa dihabiskannya waktu berlebihan pada hal-hal sepele, namun sering mengabaikan hal-hal yang penting. Hukum Parkinson mendalilkan: jumlah waktu yang dihabiskan banyak orang untuk membahas suatu masalah dalam organisasi, berbanding terbalik dengan pentingnya masalah.

Pada masalah yang besar dan memerlukan pemikiran, justru mendapat pembahasan yang paling sedikit. Sedangkan pada masalah yang sederhana dan kecil, mendapat pembahasan yang banyak. Untuk mengilustrasikannya, Parkinson mengumpamakan adanya rapat komite keuangan yang membahas tiga usulan.

Usulan-usulannya adalah: (1). Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir senilai £10 juta, (2). Pembangunan gudang sepeda seharga £350 dan (3). Anggaran kopi tahunan sebesar £21. Mana yang memperoleh pembahasan paling banyak?

Didapati, peserta rapat membahas usulan pembangkit listrik tenaga nuklir dalam waktu yang singkat. Tak terlalu banyak pendapat yang dilontarkan, alih-alih persilangan pendapat di dalamnya. Pembahasan segera beralih ke usulan pembangunan gudang sepeda. Keadaannya berbeda dari topik sebelumnya.

Jumlah pendapat yang dilontarkan meningkat, dan keterlibatan peserta lebih banyak. Dan terakhir, seperti dugaan semula: pembahasan memuncak pada usulan anggaran kopi. Perdebatannya sengit, dengan hampir seluruh peserta rapat mengemukakan pendapatnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/menyepelekan-yang-penting-dan-mementingkan-yang-sepele-bdb79b7a/.

Baca juga

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan sesi I pagi ini Rabu (30/9/2026). IHSG melaju hijau ke 6.185,37 atau naik 1,04% pada pukul 09.30 WIB.

CNBC Indonesia

4,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo Utara

Menindaklanjuti informasi terpercaya itu, tim gabungan langsung bergerak dan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melaksanakan penyekatan ketat, baik dari sektor darat maupun laut Gorontalo (ANTARA) - Tim gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan Satgas Tombak Pusintelal…

Antara

Semua berita Ekonomi