Lewati ke konten

Selasa, 13 Oktober 20264000 berita

Momen Hari Batik Nasional, Shanti Dewi Lestari: Batik Perlu Terus Diperkenalkan secara KontemporerAlexander Zverev Bakal Tercatat sebagai Petenis Putra Ranking 1 Dunia TertuaNilai Strategis Wealth Partnership dalam Menghadapi Kompleksitas Pengelolaan KekayaanCaplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 TriliunMengapa Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumsel Tak Kunjung Padam?Daftar Terbaru Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini 13 Oktober 2026Video: Cerita Warga Malaysia Dibekap Kabut Asap Karhutla RIMata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah, Won - Ringgit JatuhPLN Batam Pulihkan Pasokan Listrik Setelah Gangguan Awal PekanTol Cikampek Berlakukan Contraflow di KM 21 hingga KM 23, Urai Kemacetan Parah
Lifestyle

Momen Hari Batik Nasional, Shanti Dewi Lestari: Batik Perlu Terus Diperkenalkan secara Kontemporer

Tribun 2 menit baca 302 kata
Momen Hari Batik Nasional, Shanti Dewi Lestari: Batik Perlu Terus Diperkenalkan secara Kontemporer — gambar dari Tribun
Gambar dari Tribun. Ringkasan oleh Zona News.

Momen Hari Batik Nasional, Shanti Dewi Lestari: Batik Perlu Terus Diperkenalkan secara Kontemporer PERPINA Women’s Day 2026 digelar di Jakarta dalam rangka Hari Batik Nasional, mempertemukan komunitas, profesional, dan pelaku usaha.

- DPP PERPINA menggelar PERPINA Women’s Day 2026 di Jakarta untuk memperingati Hari Batik Nasional TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Pemimpin Indonesia (DPP PERPINA) menggelar PERPINA WOMEN’S DAY 2026 di The Veranda Resort Residence, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.

Ketua Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif Budaya WOMEN’S DAY 2026, Shanti Dewi Lestari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan batik dalam konteks yang lebih kontemporer sekaligus mempertemukan sejumlah pihak dari latar belakang berbeda.

Menurut dia, batik adalah aset penting bangsa Indonesia yang harus terus diperkenalkan dan dirayakan dengan cara yang kontemporer.

“Melalui kegiatan ini, kami mempertemukan budaya, perempuan, komunitas, dan dunia usaha dalam satu ruang kolaborasi,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

mencakup sejumlah topik, antara lain budaya, fashion, beauty, wellness, hospitality, dan networking.

Selain agenda yang berkaitan dengan batik dan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pertemuan dan jejaring bagi peserta dari komunitas, profesional, serta pelaku usaha.

PERPINA WOMEN’S DAY 2026 berlangsung sebagai bagian dari rangkaian kegiatan DPP PERPINA dalam memperingati Hari Batik Nasional.

Sejarah Hari Batik Nasional Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi PBB.

Batik Indonesia didaftarkan untuk mendapat status intangible cultural heritage (ICH) melalui kantor UNESCO di Jakarta oleh kantor Menko Kesejahteraan Rakyat mewakili pemerintah dan komunitas batik Indonesia, pada 4 September 2008.

Pengajuan itu pun membuahkan hasil bagi pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO diterima secara resmi. Batik dikukuhkan pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Nonbendawi yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.

g Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/momen-hari-batik-nasional-shanti-dewi-lestari-batik-perlu-terus-baf1995f/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle