Momen Hari Batik Nasional, Shanti Dewi Lestari: Batik Perlu Terus Diperkenalkan secara Kontemporer
Momen Hari Batik Nasional, Shanti Dewi Lestari: Batik Perlu Terus Diperkenalkan secara Kontemporer PERPINA Women’s Day 2026 digelar di Jakarta dalam rangka Hari Batik Nasional, mempertemukan komunitas, profesional, dan pelaku usaha.
- DPP PERPINA menggelar PERPINA Women’s Day 2026 di Jakarta untuk memperingati Hari Batik Nasional TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Pemimpin Indonesia (DPP PERPINA) menggelar PERPINA WOMEN’S DAY 2026 di The Veranda Resort Residence, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.
Ketua Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif Budaya WOMEN’S DAY 2026, Shanti Dewi Lestari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan batik dalam konteks yang lebih kontemporer sekaligus mempertemukan sejumlah pihak dari latar belakang berbeda.
Menurut dia, batik adalah aset penting bangsa Indonesia yang harus terus diperkenalkan dan dirayakan dengan cara yang kontemporer.
“Melalui kegiatan ini, kami mempertemukan budaya, perempuan, komunitas, dan dunia usaha dalam satu ruang kolaborasi,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
mencakup sejumlah topik, antara lain budaya, fashion, beauty, wellness, hospitality, dan networking.
Selain agenda yang berkaitan dengan batik dan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pertemuan dan jejaring bagi peserta dari komunitas, profesional, serta pelaku usaha.
PERPINA WOMEN’S DAY 2026 berlangsung sebagai bagian dari rangkaian kegiatan DPP PERPINA dalam memperingati Hari Batik Nasional.
Sejarah Hari Batik Nasional Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi PBB.
Batik Indonesia didaftarkan untuk mendapat status intangible cultural heritage (ICH) melalui kantor UNESCO di Jakarta oleh kantor Menko Kesejahteraan Rakyat mewakili pemerintah dan komunitas batik Indonesia, pada 4 September 2008.
Pengajuan itu pun membuahkan hasil bagi pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.
Pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO diterima secara resmi. Batik dikukuhkan pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Nonbendawi yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.
g Budaya Lisan dan Nonbendawi.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/momen-hari-batik-nasional-shanti-dewi-lestari-batik-perlu-terus-baf1995f/.
Baca juga
KTM Hadirkan SX-E 2.12, Motor Trail Listrik untuk Pengendara Cilik dengan Motor 1,8 kW
KTM SX-E 2.12 2027, motor trail listrik anak dengan motor 1,8 kW, dijual di Inggris mulai £2.549 atau sekitar Rp60,5 juta pada pertengahan Oktober.
Terduga Pelaku Bully Telkom University Bertambah Jadi 4 Orang
Terduga pelaku perundungan seorang mahasiswa Telkom University bertambah jadi empat orang. Jumlah tersebut bertambah berdasarkan hasil pemeriksaan dan sidang internal yang dilakukan pihak kampus.
Chicco Kurniawan Merasa Dekat dengan Isu Kesehatan Mental di Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Chicco Kurniawan Merasa Dekat dengan Isu Kesehatan Mental di Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Chicco Kurniawan menilai pemulihan kesehatan mental bukan proses sederhana yang cukup diselesaikan dengan bercerita atau menerima nasihat.
Tren Wellness Ubah Cara Konsumen Memilih Produk Kesehatan dan Kecantikan
Liputan6.com, Jakarta - Kebutuhan wellness konsumen Indonesia semakin beragam seiring perubahan gaya hidup dan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, serta perawatan diri.