Lewati ke konten

Rabu, 30 September 2026188 berita

Peta Politik AS: Populasi Kantong Suara Partai Republik Naik, tapi...Wamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Internasional

Peta Politik AS: Populasi Kantong Suara Partai Republik Naik, tapi...

CNBC Indonesia 3 menit baca 585 kata
Peta Politik AS: Populasi Kantong Suara Partai Republik Naik, tapi... — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Peta Politik AS: Populasi Kantong Suara Partai Republik Naik, tapi...

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan penduduk di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi basis Partai Republik berpotensi menggeser peta representasi politik Amerika Serikat (AS) setelah Sensus 2030.

Negara bagian seperti Texas dan Florida diproyeksikan memperoleh tambahan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) seiring pertumbuhan populasi yang lebih cepat. Sebaliknya, California dan sejumlah negara bagian lain berpotensi kehilangan kursi.

Namun, bertambahnya representasi wilayah yang saat ini condong ke Republik belum tentu otomatis memperkuat Partai Republik. Analisis The Economist menunjukkan perubahan demografi di wilayah merah atau red America jauh lebih kompleks.

Pertumbuhan penduduk tidak hanya ditentukan oleh kelahiran, tetapi juga kematian dan migrasi. Dari sisi kelahiran, wilayah Republik masih unggul. Pada 2024, tingkat fertilitas total di county yang biasanya memilih Republik mencapai 1,8 anak per perempuan, lebih tinggi dibandingkan county Demokrat sebesar 1,4.

Angka Kematian Lebih Tinggi Keunggulan tingkat kelahiran tersebut tertahan oleh angka kematian yang lebih tinggi.

Mengutip analisis The Economist, tingkat kematian yang telah disesuaikan berdasarkan usia di county Republik pada 2024 sekitar 18% lebih tinggi dibandingkan county Demokrat.

Kesenjangan semakin lebar jika hanya membandingkan wilayah yang paling konsisten mendukung masing-masing partai, yakni mencapai sekitar 27%.

Perbedaan tersebut juga terlihat pada angka harapan hidup. Di county yang paling konsisten memilih Demokrat, harapan hidup mencapai 80,7 tahun. Sementara di county yang paling konsisten memilih Republik sekitar 77,4 tahun.

Akibatnya, jumlah kematian kini lebih besar daripada kelahiran di county yang konsisten memilih Republik untuk pertama kalinya sejak setidaknya 1982.

Pertumbuhan alami penduduk di wilayah tersebut saat ini berada di sekitar minus 0,4 per 1.000 penduduk. Sebaliknya, county Demokrat masih mencatat pertumbuhan alami sekitar 2,8 per 1.000 penduduk.

Migrasi Jadi Penopang Populasi Meski pertumbuhan alami melemah, wilayah Republik tetap tumbuh berkat migrasi domestik.

Sebagai gambaran, estimasi terbaru U.S. Census Bureau menunjukkan Texas dan Florida mencatat net migrasi domestik positif terbesar pada 2024, sementara California dan New York mengalami arus keluar bersih yang besar.

Secara historis, perpindahan penduduk dari wilayah lain di AS menambah populasi county Republik sekitar 0,5% per tahun. Sebaliknya, county Demokrat kehilangan sekitar 0,6% penduduk per tahun akibat migrasi domestik.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/peta-politik-as-populasi-kantong-suara-partai-republik-naik-tapi-04a4f9c4/.

Baca juga

Semua berita Internasional