Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026727 berita

Profil Nurisa Dian Ashrifah, Pemanah Peraih Emas Asian Games 2026Ini Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Lifestyle

Profil Nurisa Dian Ashrifah, Pemanah Peraih Emas Asian Games 2026

Liputan6 Showbiz 2 menit baca 352 kata
Profil Nurisa Dian Ashrifah, Pemanah Peraih Emas Asian Games 2026 — gambar dari Liputan6 Showbiz
Gambar dari Liputan6 Showbiz. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Nama Nurisa Dian Ashrifah kini menjadi bagian penting dalam sejarah olahraga Indonesia. Pemanah yang akrab disapa Hani tersebut berhasil meraih medali emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kemenangan itu sekaligus menjadi emas pertama Indonesia dari cabang olahraga panahan sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games.

Nurisa berusia 20 tahun dan tercatat sebagai atlet asal Semarang. Ia lahir pada 30 November 2005 dan saat ini masih menjalani pendidikan sebagai mahasiswa Program Sarjana Manajemen di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Perjalanan di dunia panahan sudah dimulainya sejak usia 11 tahun dan berkembang hingga membawanya ke berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.

Perjalanan Nurisa Mengenal Panahan Sejak Usia 11 Tahun Ketertarikan Nurisa terhadap panahan berawal dari sesuatu yang sederhana. Saat masih kecil, ia sering melihat karakter dalam film atau kartun menggunakan busur dan anak panah. Hal tersebut membuatnya tertarik mencoba olahraga tersebut melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Sejak umur 11 tahun, saya sudah mulai mencoba olahraga panahan. Kompetisi pertama yang saya ikuti adalah POPDA Kota tingkat SD di tahun 2016. Saat SMP, saya mulai mendalami dan rutin latihan panahan ini,” ujar Nurisa kepada Udinus.

Sejak saat itu, latihan panahan menjadi bagian dari kesehariannya. Ketika beranjak ke jenjang SMA, Nurisa bersekolah di SMM Alam Ar Ridho Semarang. Ia memanfaatkan kegiatan project di sekolah tersebut untuk tetap berlatih panahan. Pengalaman bertanding sejak usia muda kemudian menjadi bagian dari prosesnya berkembang di nomor compound.

Selain menjadi atlet, Nurisa juga tetap menjalani pendidikan tinggi. Di tengah jadwal latihan dan pertandingan, ia berusaha menyesuaikan waktu kuliah dengan kegiatan sebagai atlet. Pilihan tersebut membuat kehidupan akademik dan olahraga berjalan secara bersamaan.

Catatan Prestasi Nurisa Dian Ashrifah Sebelum mencapai podium Asian Games 2026, Nurisa telah memiliki sejumlah catatan kompetitif. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, ia menjadi bagian dari tim panahan compound putri Jawa Tengah yang meraih medali perak. Dalam kualifikasi beregu, Nurisa mencatat skor individual 690.

Pada ajang Grand Triumph International Indoor Archery Championship 2024 di Yogyakarta, Nurisa juga menunjukkan performa kuat. Ia menjadi juara nomor compound open women setelah menempati posisi teratas pada babak kualifikasi dengan 597 poin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/profil-nurisa-dian-ashrifah-pemanah-peraih-emas-asian-games-2026-ea21df31/.

Baca juga

Pihak Ruben Onsu Tanggapi Gugatan Wanprestasi Sarwendah

- Sarwendah menggugat wanprestasi Ruben Onsu dan BCA, sidang perdana 13 Oktober. - Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menunggu panggilan resmi pengadilan. - Minola belum resmi menjadi kuasa hukum Ruben untuk kasus wanprestasi ini.

Liputan6 Showbiz

Semua berita Lifestyle