Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Rajin Makan Buah dan Sayur tapi Masih Susah BAB? Kurang Gerak Bisa Jadi PenyebabnyaIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Nasional

Rajin Makan Buah dan Sayur tapi Masih Susah BAB? Kurang Gerak Bisa Jadi Penyebabnya

Okezone 1 menit baca 263 kata
Rajin Makan Buah dan Sayur tapi Masih Susah BAB? Kurang Gerak Bisa Jadi Penyebabnya — gambar dari Okezone
Gambar dari Okezone. Ringkasan oleh Zona News.

MAKAN sayur dan buah kerap dianggap sebagai jaminan ampuh agar buang air besar (BAB) lancar. Namun, tak sedikit orang yang tetap mengeluhkan masalah pencernaan meski sudah rajin mengonsumsi makanan berserat tinggi.

Bisa jadi, ada faktor lain yang jadi penyebabnya. Salah satunya karena kamu kurang gerak dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, mengungkapkan bahwa kecukupan serat saja tidak cukup. Kebiasaan jarang bergerak alias mager hingga kurang olahraga menjadi salah satu faktor tersembunyi yang membuat seseorang mengalami konstipasi atau sembelit.

Menurut dr. Tirta, aktivitas fisik berperan langsung terhadap efisiensi gerakan usus dalam mencerna dan mendorong sisa makanan. Sebaliknya, gaya hidup yang pasif atau terlalu “malas gerak” alias Mager akan berdampak langsung pada melambatnya kerja organ pencernaan.

"Semakin rutin seseorang bergerak, itu akan membuat usus kita itu menjadi peristaltiknya juga mendekati maksimal alias normal. Sehingga usus kita juga sehat ngikutin pemiliknya," ujar dr. Tirta dalam unggahan di akun Instagram miliknya, dikutip Jumat (2/10/2026).

“Kalau orangnya mager, maka gerak peristaltiknya juga akan cenderung melambat, biasanya. Sehingga selain faktor kurang fiber dan kurang serat, khusus untuk orang-orang yang mager parah, itu kemungkinan besar dia untuk konstipasi juga meningkat," jelas dia.

Fenomena ini sering kali membingungkan masyarakat yang merasa sudah menerapkan pola makan sehat. dr. Tirta menyarankan agar mereka yang masih sering susah BAB tidak hanya mengevaluasi isi piring, tetapi juga tingkat aktivitas harian dan status berat badan.

"Tapi bukan faktor utama ya. Makanya banyak orang bilang ‘Sudah rutin minum sayur, makan sayur, jus buah, kok tetap susah ee'?’ coba dicek, obesitas enggak? Coba dicek, mager enggak? Rutin olahraga enggak?" tambah dr. Tirta.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/rajin-makan-buah-dan-sayur-tapi-masih-susah-bab-kurang-gerak-bisa-8ccaa4c9/.

Baca juga

Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya

Jakarta (ANTARA) - Hampir setiap orang pernah membuat tanda tangan. Saat membuka rekening, mengurus dokumen, menerima paket, menandatangani surat, hingga mengurus berbagai keperluan administrasi, coretan kecil yang satu ini bisa tiba-tiba menjadi sangat penting.

Antara

Semua berita Nasional