Rooney Nggak Bakal Mau Dapat Hibah Gelar dari Man City
Kasus pelanggaran finansial yang dilakukan Manchester City selama 2009-2018 memicu spekulasi bahwa gelar mereka akan dicabut. Namun eks striker Manchester United Wayne Rooney mengaku malas menerima medali gelar juara dari situasi itu.
City yang sudah dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran finansial kini masih menunggu putusan hukuman yang akan dijatuhkan pada mereka. Dari berbagai pembahasan, salah satu hukuman yang mungkin mereka dapatkan adalah dicopotnya gelar-gelar yang mereka raih selama periode tersebut.
Selama sembilan tahun yang dimaksud, City tercatat tiga kali menjadi juara Premier League, yakni pada 2012, 2014, dan 2018. Pada tiga kesempatan itu, MU tercatat finis kedua pada 2012 dan 2018.
Jika gelar City jadi dicopot, maka MU kemungkinan akan ketiban 'rejeki nomplok' dengan tambahan dua gelar Premier League. Namun Rooney, yang bermain untuk MU pada 2004-2017, tak tertarik dengan gelar juara yang didapat di luar lapangan.
"Saat mendengar rekan setim saya dulu dan orang-orang berkata, 'kami memenangi medali lagi', saya sudah merasa puas dengan lima medali yang sudah saya raih," ujar Rooney, dikutip BBC.
"Saya tidak ingin medali ini hanya tergeletak begitu saja... di mana 15 tahun kemudian atau kapan pun itu, Anda mendapatkan medali karena City berbuat curang. Saya tidak akan merasa nyaman." "Pertanyaannya, apakah saya mau menerima medali itu karena finis di posisi kedua? Tidak. Mungkin ada pemain lain yang mau. Namun, saya pribadi tidak akan merasa nyaman menerima medali Premier League karena finis di posisi kedua." Meski begitu, Rooney menilai City layak dihukum turun kasta atas perbuatan mereka. Bahkan kalau perlu dihukum seberat mungkin.
"Menurut saya, kita akan melihat City terdegradasi. Saya tidak tahu bagaimana tepatnya hal itu akan terjadi, tetapi saya rasa kita akan melihat mereka turun kasta," lanjut Rooney.
"(Jika saya bisa), saya akan menempatkan mereka di liga terbawah yang memungkinkan, lalu membatasi jumlah dana yang boleh mereka belanjakan selama 3-4 musim ke depan." "Jika mereka hanya ditempatkan di Championship (divisi dua)-dan saya paham itu sudah berat—mereka pasti akan kembali promosi. Namun, jika mereka dikenai pembatasan... misalnya harus bermain di League Two (divisi empat) atau semacamnya... situasi itu bisa sangat menyulitkan mereka." "Sebagai contoh, jika mereka dijatuhi pengurangan 20 poin selama tiga tahun beruntun, para pemain tidak akan mau bertahan. Berbeda halnya jika hanya turun ke Championship selama satu musim; pemain mungkin masih bisa dibujuk. Intinya, saya akan menerapkan hukuman seberat mungkin," tegas Rooney.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/rooney-nggak-bakal-mau-dapat-hibah-gelar-dari-man-city-0d7e08b2/.
Baca juga
Argentina Harus Bisa 'Hidup' Tanpa Messi
Lionel Scaloni tidak mau Argentina loyo setelah pensiunnya Lionel Messi. Maka dia akan mencari cara terbaik agar Tim Tango tetap kompetitif.
Bulutangkis Lampaui Target, Menpora Tagih Cabor Lain yang Janjikan Emas
Menpora Erick Thohir menyebut perjuangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi momentum penting perjuangan kontingen Indonesia dalam mencapai target empat medali emas di Asian Games 2026. Dia menunggu emas-emas lainnya dari cabor yang sudah berjanji.
Kroasia yang Terlalu Permisif ke Spanyol
Pelatih Kroasia Slaven Bilic mengkritik performa timnya usai kalah 1-4 dari Spanyol di UEFA Nations League. Mateo Kovacic dkk seperti memberikan panggung untuk La Furia Roja.
FIFA ASEAN Cup 2026: Rafaelson Absen Bikin Vietnam Mandul
Absennya Rafaelson bikin Vietnam tumpul saat kalah dari Thailand. Padahal, The Golden Star Warriors tampil lebih dominan di laga ini.