Skip to content

Wednesday, 30 September 2026188 stories

AHY: Kepemimpinan Sejati Bukan tentang Pemilu Berikutnya, tapi Generasi BerikutnyaWamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
National

AHY: Kepemimpinan Sejati Bukan tentang Pemilu Berikutnya, tapi Generasi Berikutnya

Republika 1 min read 284 kata
AHY: Kepemimpinan Sejati Bukan tentang Pemilu Berikutnya, tapi Generasi Berikutnya — gambar dari Republika
Image from Republika. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kepemimpinan tidak semestinya hanya berorientasi pada kepentingan jangka pendek. Menurutnya, seorang pemimpin juga harus memikirkan keberlanjutan dan kehidupan generasi berikutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri peluncuran buku Kepemimpinan AHY dalam Beragam Sudut Pandang Tokoh Muda Indonesia. Ia menekankan pentingnya pemimpin mempersiapkan generasi yang akan melanjutkan pekerjaan setelah masa kepemimpinannya berakhir.

"Dan true leadership is not about the next election, it is about the next generation (Kepemimpinan sejati bukan soal pemilu mendatang, tapi tentang generasi mendatang)," kata AHY, Rabu (23/9/2026).

Menurut AHY, pemimpin tidak cukup hanya memikirkan warisan yang ingin ditinggalkan. Seorang pemimpin juga perlu memastikan ada generasi yang mampu melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.

"Jadi pemimpin sejati tentu tidak sibuk hanya memikirkan legacy apa yang ingin saya tinggalkan, tapi ia harus sibuk untuk memikirkan sekaligus menyiapkan siapa yang akan melanjutkan hal-hal yang belum bisa dicapai atau dituntaskannya ketika waktunya telah habis, ketika waktunya telah usai," katanya.

AHY mengatakan persoalan pembangunan juga membutuhkan kolaborasi. Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu sektor atau satu kelompok.

Ia mencontohkan persoalan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan yang menurutnya membutuhkan kerja bersama antardaerah, profesi, serta kementerian dan lembaga.

"Kita ingin generasi ke depan hidupnya juga semakin baik," kata AHY.

AHY juga menyinggung tantangan lingkungan yang akan dihadapi generasi mendatang. Ia mengaku memiliki perhatian terhadap kondisi tersebut karena memiliki anak yang masih berusia enam bulan.

"Kalau membayangkan hari ini panasnya seperti ini, 20 tahun, 30, 40 tahun ke depan bagaimana hidup kita, hidup generasi ke depan?" kata AHY.

Oleh sebab itu, AHY mendorong kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga kolaborasi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ahy-kepemimpinan-sejati-bukan-tentang-pemilu-berikutnya-tapi-generasi-8b171700/.

Related

Hari Statistik Nasional 2026, PLN Terima Apresiasi dari BPS RI

Konsistensi PT PLN (Persero) mendukung penguatan kualitas data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) menerima penghargaan kategori Perusahaan/Asosiasi dalam ajang "Sinergi Cepat untuk Statistik Akurat" pada peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 di Jakarta,…

CNN Indonesia

Semua berita Nasional