Skip to content

Monday, 12 October 20263592 stories

Arrmanatha soal Dikabari Jadi Menlu: Baru Tahu Tadi Siang dari SeskabPunya 3 Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Ungkap Tugas Masing-MasingAPBN September Defisit Rp319 T, Menkeu Bilang Masih On TrackUsai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%Presiden Mesir El-Sisi Bakal Kunjungi RI, Ini Misi LawatannyaMotoGP Indonesia 2026: Sirkuit Mandalika Mulai SemarakBand for Revenge Klarifikasi Tentang Isu BubarPolisi Tangkap 2 Terduga Pembunuh Mahasiswi di Indekos Pinang RantiMomen Dramatis Wanita Loncat Selamatkan Bocah saat Kebakaran RM PadangKemensos-BRIN Teken MoU Hadirkan Inovasi untuk Sekolah Rakyat
National

Arrmanatha soal Dikabari Jadi Menlu: Baru Tahu Tadi Siang dari Seskab

CNN Indonesia 2 min read 305 kata
Arrmanatha soal Dikabari Jadi Menlu: Baru Tahu Tadi Siang dari Seskab — gambar dari CNN Indonesia
Image from CNN Indonesia. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang baru dilantik Arrmanatha Nasir membeberkan detik-detik ia dikabarkan menjadi Menlu RI.

Pria yang akrab disapa Tata itu menggantikan Sugiono yang juga dilantik menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10) siang.

Tata dan Sugiono termasuk dari 16 menteri dan pejabat baru yang dilantik Presiden RI Prabowo Subianto.

"Saya baru tahu tadi siang, diminta datang pukul 14.00. Saya di-WhatsApp dan ditelepon Seskab (Teddy Indra Wijaya)," kata Tata kepada para wartawan setelah dilantik di Istana Kepresidenan.

"Waktu saya diinformasikan, saya sedang bersama dengan Pak Menlu (Sugiono) di kantor Pejambon (Kemlu RI)," tutur Tata.

Tata kemudian membeberkan misi yang akan menjadi prioritas Kemlu RI seperti yang digariskan oleh Prabowo.

"Di sidang Majelis Umum PBB disampaikan oleh Bapak Menlu (Sugiono), Indonesia akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap untuk Dewan Keamanan PBB Di periode 2029-2030," ujar Tata.

"Kita kembali menunjukkan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga kestabilan peace and security dan juga memajukan multilateralisme. Jadi itulah prioritas-prioritas kita yang sudah selalu dijalankan dengan sangat baik oleh Bapak Sugiono dan akan kita teruskan," ia menambahkan.

Menlu RI yang bernama lengkap Arrmanatha Christiawan Nasir lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971.

Seiring berjalannya waktu, pria yang akrab disapa Tata itu mengenyam pendidikan di berbagai universitas ternama, seperti Universitas Buckingham, Universitas Leicester, dan Universitas Indonesia.

Di Universitas Buckingham, Tata mengambil program studi ekonomi. Dia lantas melanjutkan program magister di Universitas Leicester dan Universitas Indonesia dengan program studi yang berbeda.

Tata sempat bekerja di Bank Danamon dan Bank Sagang Negara. Dia juga pernah menjadi Kepala Sub Direktorat Pertanian di Direktorat Perdagangan.

Dia mulai bergabung dengan Kementerian Luar Negeri RI dan meniti diplomat karier sejak 1997. Pada 2001-2005, dia sempat menduduki sejumlah pos penting seperti Perwakilan RI untuk PBB di Jenewa serta bertindak sebagai regulator di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/arrmanatha-soal-dikabari-jadi-menlu-baru-tahu-tadi-siang-dari-seskab-5d24dece/.

Related

MotoGP Indonesia 2026: Sirkuit Mandalika Mulai Semarak

Rangkaian perlombaan dalam MotoGP Indonesia 2026 telah dimulai dengan para pembalap kelas Moto3, Moto2, MotoGP bersiap menjalani sesi latihan bebas pertama (FP1) di Sirkuit Internasional Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (9/10).

VOI

Gayung Bersambut, DPR Dukung Bahlil Moratorium Smelter Nikel

Gayung Bersambut, DPR Dukung Bahlil Moratorium Smelter Nikel Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XII DPR RI buka suara soal wacana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menghentikan sementara (moratorium) pembangunan smelter nikel yang hanya menghasilkan produk…

CNBC Indonesia

Semua berita Nasional